Waduk Jatigede Beroperasi Penuh - Kompas.com

Waduk Jatigede Beroperasi Penuh

Kompas.com - 07/04/2017, 22:00 WIB
Ridwan Aji Pitoko/Kompas.com Kondisi Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (17/3/2016).

SUMEDANG, KompasProperti - Waduk Jatigede dengan kapasitas tampung 979,5 juta meter kubik saat ini telah beroperasi penuh dan manfaatnya mulai dirasakan para petani.

Waduk terbesar kedua di Indonesia setelah Jatiluhur tersebut telah mengairi 90.000 hektar lahan sawah yang ada di Indramayu, Majalengka, dan Cirebon.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Waduk Jatigede bermanfaat bagi masyarakat untuk irigasi, pengendali banjir, pembangkit listrik, dan penyedia air baku karena ketersediaan air di hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk semakin langka pada saat musim kemarau tiba.

Saat ini, seluruh fungsi Waduk Jatigede tersebut sudah berjalan secara optimal sesuai rencana pembangunan.

"Dari hasil kunjungan, Menteri SDA China menyatakan puas dengan hasil pembangunan Waduk Jatigede yang selesai tepat waktu dan beroperasi dengan baik," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Imam Santoso saat mendamping Menteri SDA Chen Lei ke Waduk Jatigede, Jumat (7/4/2017).

Selain untuk keperluan irigasi, lanjut Imam, Waduk Jatigede menyediakan kebutuhan air baku sebesar 3.500 liter per detik dan menjadi penghasil listrik 110 megawatt (MW) yang saat ini dalam tahap pembangunan.

Ridwan Aji Pitoko/Kompas.com Kondisi Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (17/3/2016).
Waduk Jatigede juga sekarang telah berfungsi sebagai pengendali banjir ketika hujan tiba, yakni dengan mengendalikan aliran air Sungai Cimanuk sehingga tidak melebihi kapasitas.

Perlu diketahui, Waduk Jatigede merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah China.

Karena itu, Chen Lei yakin kerja sama dalam pembangunan waduk dengan Pemerintah Indonesia bisa berlanjut ke depannya.

Waduk Jatigede dibangun dengan biaya sekitar 467 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau ekuivalen Rp 6,2 triliun yang terdiri dari dana APBN dan pinjaman dari Pemerintah China.


EditorHilda B Alexander

Close Ads X