Kompas.com - 07/04/2017, 21:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Kendati secara umum sektor properti jauh dari pulih, bahkan untuk menyamai kondisi 2011-2013 masih sulit diprediksi, namun sinyalemen kebangkitan mulai tampak.

Hal itu dapat dilihat dari banyaknya proyek baru, yang dilansir beberapa pengembang nasional sejak awal tahun 2017.

Mereka bahkan berani meningkatkan target penjualannya pada tahun ini dengan rentang pertumbuhan 15 persen hingga 50 persen.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) contohnya. Pengembang yang dirintis oleh Soetjipto Nagaria ini membidik pertumbuhan penjualan tertinggi di antara emiten besar lainnya yakni 50 persen.

Penjualan diharapkan menjadi Rp 4,5 triliun, dibanding realisasi tahun 2016 yakni senilai Rp 3 triliun.

Di posisi kedua terbesar adalah PT Intiland Development Tbk dengan besaran 41 persen. Tahun lalu, mereka mampu merealisasikan penjualan Rp 1,630 triliun. Tahun ini emiten berkode DILD ini mengincar penjualan Rp 2,3 triliun.

Menempati peringkat ketiga tertinggi adalah Ciputra Group dengan angka incaran 18 persen atau Rp 8,5 triliun. Tahun lalu, raksasa properti ini membukukan pendapatan Rp 7,2 triliun.

Berikutnya PT Pakuwon Jati Tbk dengan Rp 2,7 triliun. Target penjualan ini lebih tinggi 17 persen dibanding realisasi 2016 senilai Rp 2,3 triliun.

Sementara PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membidik pertumbuhan penjualan 15 persen menjadi Rp 7,22 triliun dari sebelumnya Rp 6,3 triliun.

Tak mengherankan jika Senior Associater Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto menyebut pengembang lebih optimistis menjalani tahun ini dibanding tahun 2016.

"Selain pertumbuhan target penjualan, ada banyak peluncuran proyek baru ketimbang periode yang sama tahun lalu," ujar Ferry menjawab KompasProperti, Selasa (5/4/2017).

Pada kuartal I-2017, tutur Ferry, ada 2.790 unit apartemen baru yang masuk pasar. Catatan ini tumbuh 1,6 persen dibanding kuartal IV-2016. 

Dalam dua tahun ke depan diharapkan sebanyak 59.017 unit apartemen memenuhi pasar Jakarta.

Meski permintaan justru menurun 0,9 persen, namun karena kondisi likuiditas tahun ini dianggap lebih baik dibanding tahun lalu, menjadi modal keyakinan pengembang untuk melansir proyek-proyek anyar.

Terlebih, Colliers mencatat pertumbuhan harga rata-rata 1,4 persen secara triwulanan, dan 4 persen secara tahunan (2016-2017). 

Harga rata-rata apartemen di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta tahun ini adalah Rp 49,6 juta per meter persegi. 

Sementara di Jakarta Selatan tercatat Rp 37,2 juta per meter persegi. Sedangkan di area non primer senilai Rp 24,2 juta per meter persegi.

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.