Kompas.com - 06/04/2017, 11:00 WIB
Pekerja menyelesaikan pekerjaan di sekitar simpang susun (interchange) Lubuk Pakam di ruas jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (24/2). Pembangunan fisik ruas jalan tol itu secara keseluruhan sudah selesai 80 persen dan ditargetkan rampung Desember 2017.

Kompas/Nikson Sinaga (NSA)
24-02-2017 KOMPAS/NIKSON SINAGAPekerja menyelesaikan pekerjaan di sekitar simpang susun (interchange) Lubuk Pakam di ruas jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (24/2). Pembangunan fisik ruas jalan tol itu secara keseluruhan sudah selesai 80 persen dan ditargetkan rampung Desember 2017. Kompas/Nikson Sinaga (NSA) 24-02-2017
|
EditorHilda B Alexander

MEDAN, KompasProperti - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR ) Basuki Hadimuljono bersama Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Jaksa Agung HM Prasetyo, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, meninjau perkembangan jalan Tol Ruas Medan-Binjai, di kawasan Helvetia Medan yang tengah dikerjakan PT Hutama Karya (Persero), Rabu (5/4/2017).

Usai peninjauan, Basuki mengatakan progres pembangunan jalan Tol Medan-Binjai mengalami kemajuan yang cukup baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski terdapat lahan yang masih belum bebas, Basuki menargetkan ruas tol ini bisa difungsikan pada saat arus mudik Lebaran tahun 2017 untuk mengurangi kemacetan di jalan arteri yang menjadi jalur utama lalu lintas Medan-Aceh.

“Percepatan pembangunan tol masih terkendala masalah lahan. Kalau lahannya cepat maka konstruksi juga akan cepat," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima KompasProperti.

Dengan kehadiran sejumlah menteri terkait, diyakini dapat mendukung percepatan pembebasan lahan yang dibutuhkan terutama di Tol Medan-Binjai dengan biaya investasi sebesar Rp 1,6 triliun.

Jalan Tol Medan-Binjai dirancang sepanjang 25,44 kilometer yang terdiri dari tiga seksi. Seksi 1 Tanjung Mulia–Helvetia sepanjang 6,07 kilometer, progres fisiknya sebesar 16,71 persen dengan lahan yang baru dibebaskan 67 persen dari 33,66 hektar. Target penyelesaian konstruksinya pada Desember 2017.

Seksi 2 Helvetia-Sei Semayang sepanjang 9,05 kilometer, progres fisiknya telah mencapai 88,43 persen dengan lahan yang sudah dibebaskan sudah 97 persen dari 46,36 hektar lahan.

Dokumentasi Biro Komunikasi Kementerian PUPR Jalan Tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi
Seksi 3, Seksi Semayang-Binjai sepanjang 10,31 kilometer, progres fisiknya mencapai 86,27 persen dengan progres pembebasan lahan 99,48 persen dari 61,04 hektar lahan yang dibebaskan.

Kendala yang dihadapi pada Seksi 2 dan 3, lahan yang belum bebas berada pada lokasi pembangunan jalan akses, sementara untuk jalan utamanya tidak mengalami kendala.

Ditargetkan konstruksi kedua seksi ini Juli 2017 dan bisa digunakan pada saat mudik lebaran.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.