Kompas.com - 05/04/2017, 21:00 WIB
Ilustrasi apartemen ThinkstockIlustrasi apartemen
|
EditorHilda B Alexander

TANGERANG, KompasProperti - Tingginya harga rumah tapak, tidak saja terjadi di Jakarta atau kawasan-kawasan yang secara tradisi memang menjadi favorit sebagai tempat tinggal, melainkan juga di kawasan pinggiran.

Di Batu Ceper, Tangerang, misalnya. Harga rumah tapak Simprug diPoris saat ini sudah menyentuh angka Rp 3 miliar untuk unit terkecil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perumahan tersebut dikembangkan oleh Ristia Group melalui anak usahanya PT Nusantara Almazia pada kurun 1990-an. 

Chairman Ristia Group Richard Wiriahardja menuturkan, saat itu, Simprug diPoris sangat diminati investor dan pengguna akhir (end user) kalangan baby boomers atau generasi yang lahir tahun 1954-1965.

"Mereka kemudian beranak-pinak melahirkan generasi kedua. Namun, karena harga rumah Simprug diPoris sudah sangat tinggi, generasi kedua ini tak mampu mengaksesnya. Sementara mereka sangat membutuhkan hunian," tutur Richard menjawa KompasProperti, Rabu (5/4/2017).

Kebutuhan hunian generasi kedua inilah yang kemudian direspons Ristia Group dengan membangun hunian vertikal Poris 88.

"Kami tak mungkin lagi membangun rumah tapak. Selain lahannya terbatas, juga perhitungan harga yang tidak terjangkau anak muda," kata Richard.

Baca: Andalkan Stasiun Batu Ceper, Ristia Group Rancang Superblock Rp 5 Triliun

Poris 88 dipasarkan sejak 2014 dengan harga perdana Rp 195 juta untuk dimensi terkecil tipe studio 21,2 meter persegi. Sementara ukuran terluas adalah dua kamar tidur 42,4 meter persegi seharga Rp 400 juta.

Richard mengklaim Poris 88 merupakan apartemen pertama yang dikembangkan di kawasan Batu Ceper. Karena itu, mudah dimafhumi jika penjualannya dia sebut "lumayan"

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.