Kompas.com - 05/04/2017, 19:00 WIB
Kemacetan mengular sepanjang 18 kilometer di ruas tol Pejagan - Brebes Timur, Jawa Tengah, Jumat (01/07/2016). Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 lebaran. KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMOKemacetan mengular sepanjang 18 kilometer di ruas tol Pejagan - Brebes Timur, Jawa Tengah, Jumat (01/07/2016). Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 lebaran.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Berbagai macam strategi perbaikan sistem pelayanan publik untuk arus mudik Lebaran 2017 terus digodok pemerintah.

Hal itu dilakukan mengingat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas Idul Fitri, Senin (3/4/2017) kemarin meminta agar kemacetan panjang jelang keluar Tol Brebes Timur hingga mencapai 18 kilometer pada mudik lebaran tahun lalu tidak terjadi lagi.

Apalagi, kata Presiden, pada tahun ini sudah ada beberapa ruas jalan tol baru yang sudah selesai dibangun dan siap digunakan.

"Dengan telah dibangunnya beberapa ruas jalan tol jangan sampai brexit yang waktu itu terjadi kembali," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung usai rapat terbatas, Senin (3/4/2017).

Baca: Sebagian Tol Trans-Jawa Bisa Dijajal Saat Mudik Lebaran 2017

Strategi pertama untuk mencegah hal tersebut adalah dengan membatasi jumlah kendaraan yang masuk ke jalan tol sehingga antrean kendaraan bisa berkurang.

"Nantinya berdasarkan masukan semua pihak, sebelum antrian kendaraan mencapai dua kilometer akan segera dialihkan sehingga tidak terjadi kepadatan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto, di Gedung Bina Marga Kementerian PUPR, Rabu (5/4/2017).

Kemudian, lanjut Pudji, juga kemungkinan akan diterapkan aturan nomor polisi ganjil genap sebelum memasuki jalan tol ketika mudik nanti.

"Kalau kata masyarakat bagus, ya pemerintah untuk melindungi dan melayani masyarakat akan kami kaji, lihat, dan koordinasikan. Mana yang lebih banyak menguntungkan. Kemudian melaksanakannya," tutur dia.

Menurut Pudji, hal itu positif dan telah terbukti dapat mengurangi kemacetan di Jalan Thamrin-Sudirman dan juga mengurangi beban volume daerah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.