Kejar "Revenue", Best Western Plus Kemayoran Tambah 50 Kamar

Kompas.com - 04/04/2017, 20:03 WIB
Best Western Plus Kemayoran Hotel BEST WESTERN KEMAYORAN Best Western Plus Kemayoran Hotel
EditorLatief

Jakarta, KompasProperti - Menangkap tingginya tingkat okupansi bisnis hotel di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Best Western Plus Kemayoran Hotel menambah 50 unit kamarnya untuk memenuhi kebutuhan itu. Kawasan Kemayoran masih masuk lokasi premium untuk okupansi hotel mengingat dekat dengan pusat pemerintahan, Kantor Kementerian dan BUMN, serta didukung arena Pekan Raya Jakarta. 

"Setiap bulan ada event besar di JIEXPO Kemayoran sehingga tingkat okupansi hotel kami rata rata di atas 70 persen," ujar Dewi Pondaag, Manajer Marketing PT Global Pertama Sejahtera (GPS), pengelola Best Western Plus Kemayoran Hotel, Selasa (4/4/2017).

Dedi menambahkan, jika di kawasan Senayan ada Jakarta Convention Centre, maka di Kemayoran ada JIEXPO. Jika Senayan memiliki hotel bintang lima seperti Hotel Mulia, maka di kawasan Kemayoran hadir Hotel Grand Mercure dan Hotel Hilton.

"Tapi, kalau kawasan Senayan ada Istora Senayan atau Stadion Gelora Bung Karno, di kawasan Kemayoran ada wisma atlet dan banyak apartemen mewah. Tiga tahun ke depan Kemayoran akan menjadi kawasan mewah seperti The Next Senayan," kata Dewi.

Seperti diketahui Best Western merupakan salah satu operator hotel terbesar dunia yang memiliki 4400 hotel di lebih dari 120 negara di dunia. Khusus Best Western Plus Kemayoran ini Best Western akan mengelolanya sebagai investasi hotel bintang empat.

Best Western Plus Kemayoran Hotel sendiri adalah kondominium hotel (kondotel) berstatus hak milik. Pihak GPS menjadikan kondotel ini sebagai proyek investasi dengan unit terbatas.

"Dengan tingkat okupansi hotel di atas 70 persen dan berstatus hak milik, kami berani memberi jaminan ROI 40 persen selama lima tahun," timpal Wahjono, Dirut PT Global Pertama Sejahtera.

Dengan segala potensinya saat ini, lanjut Wahjono, bisnis MICE di kawasan Kemayoran akan menyumbang 35 persen revenue untuk kondotel ini. Hal itu karena kondotel di lokasi dengan karakteristik tingkat hunian tinggi akan menghasilkan ROI yang juga tinggi.

"Bisnis hotel itu mendapatkan income dari dua hal yaitu sewa kamar dan MICE. Tapi, tingkat okupansi tinggi bukan saja dari jualan unit kamar, tetapi juga MICE," ucap Wahjono.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X