Meja Kerja Rapi Belum Tentu Cerminan Pegawai Produktif

Kompas.com - 04/04/2017, 13:11 WIB
Facebook Mark Zuckerberg memamerkan meja kerjanya yang sangat sederhana di kantor pusat Facebook.

KompasProperti - Menurut Tim Harford, ekonom dan penulis "The Undercover Economist," lingkungan yang berantakan sebenarnya terkait dengan kreativitas dan inovasi.

Dalam buku terbarunya "Messy: The Power of Disorder untuk Transform Our Lives," Harford menggali ke dalam obsesi manusia terhadap kerapian dan ketertiban.

Salah kesimpulan yang ia dapatkan adalah betapa sebuah ruang kerja rapi belum tentu efektif.

Inspirasi Harford untuk menulis tentang manfaat kekacauan datang sebagian dari keinginan untuk berdamai dengan mejanya yang selalu kacau, sementara orang-orang pada umumnya rapi. Namun ternyata, pasar ekonomi juga ada hubungannya dengan itu.

"Para ekonom memiliki apresiasi dari proses-proses yang sedikit kacau dan tidak teratur di tempat kerja dalam bidangnya sepanjang waktu," kata Harford kepada Business Insider.

Orang-orang seringkali memiliki ide, dan ide-ide lain. Beberapa di antara ide tersebut bekerja dan beberapa lainnya tidak.

Melihat penelitian dan contoh dunia nyata, Harford membuat titik kesimpulan bahwa belum tentu minimalis atau berantakan dari suatu ruang memengaruhi produktivitas.

Sebaliknya, orang merespon dengan baik untuk memilih tentang apa yang harus dilakukan dengan ruang bekerja mereka.

Misalnya, Harford mereferensikan arsitek besar Le Corbusier, dan usahanya untuk merancang, desa modern yang idealis di Pessac, Perancis.

Corbusier membangun serangkaian blok beton monokrom yang indah, tetapi penduduk desa tidak tertarik dalam visi modernisnya.

Tak lama setelah pindah, orang-orang membangun gubuk-gubuk petani tradisional di bagian belakang kotak-kotak beton itu.

Mereka membiarkan diri 'terjebak' di jendela berselimut louvred, mendirikan pagar kayu kecil di kebun, dan menempatkan gnome di kebun.

Intinya adalah mereka sangat berhak untuk melakukan apa yang mereka inginkan dengan rumah mereka sendiri.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorHilda B Alexander
SumberWEFORUM
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X