DPR Minta Pemerintah Terbitkan Izin Pekerjaan Tol Kunciran-Bandara

Kompas.com - 03/04/2017, 10:19 WIB
Ilustrasi jalan tol Dokumentasi BPJT Ilustrasi jalan tol
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, Muhidin Mohamad Said mengatakan akan mencari penyebab sehingga tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta belum juga dimulai pekerjaan konstruksinya.

Padahal, Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol terjadi awal 2009 dengan Tim Pembebasan Tanah telah dibentuk sejak 2010.

Muhidin mengatakan, DPR-RI bersama-sama dengan pemerintah atau Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan menerbitkan regulasi untuk mempercepat pembangunan jalan tol antara lain dengan menalangi biaya pembebasan tanah.

"Namun, kalau ada pihak-pihak dari pemerintah yang sampai menghambat pembangunan jalan tol, tolong dilaporkan kepada kami. Pasti akan segera ditindaklanjuti," kata Muhidin berdasarkan keterangan tertulis yang diterima KompasProperti, di Jakarta, Senin (3/4/2017).

Menurut Muhidin, untuk memulai konstruksi jalan tol harus melihat terlebih dahulu keseluruhan perkembangan pembebasan lahannya guna memastikan pembangunannya tetap berlanjut.

Kalaupun ada satu seksi dianggap mayoritas pembebasan tanahnya sudah selesai, harus dipastikan titik lokasi lainnya yang belum bebas.

Menurut dia, jangan sampai nantinya alat-alat berat sudah masuk ke lokasi, serta pembangunan dimulai kemudian harus berhenti di tengah jalan karena ada beberapa titik yang tanahnya masih ada permasalahan.

"Dalam membangun jalan tol tentunya harus juga mempertimbangkan pekerjanya dan mesin-mesinnya, kalau berhenti ditengah jalan mereka kan harus tetap dihitung," kata Muhidin.

Investor tol Kunciran-Bandara, PT Jasamarga Kunciran-Cengkareng saat ini tengah melaksanakan pembebasan lahan di ruas tersebut terutama pada seksi IV Jurumudi-Benda sudah mencapai 59,14 persen.

Sedangkan hingga kini progress total pembebasan tanah proyek tol Kunciran-Cengkareng masih sekitar 27 persen.

Pemerintah diharapkan dapat segera memberikan izin untuk memulai pekerjaan konstruksi di seksi IV sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan ruas tol yang memiliki panjang 14,19 kilometer.

Jalan tol ini terbagi ke dalam empat seksi yakni Seksi I Kunciran-Pakojan-Cipete, Seksi II Cipete-Poris-Plawad Indah-Buaran Indah-Tanah Tinggi, seksi III Tanah Tinggi-Batusari-Batujaya-Belindung-Pajang-Jurumudi, dan seksi IV Jurumudi-Benda.

Jalan yang akan melintasi 12 kelurahan di lima kecamatan di Kota Tangerang ini membutuhkan sebanyak 2.497 bidang tanah dengan luas total lahan yakni 1.226,965 meter persegi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X