Kompas.com - 02/04/2017, 19:00 WIB
Perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Gemstone Regency, yang dikembangkan oleh PT Charson Timorland Estate. Lokasinya berada di Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dokumentasi PT Charson Timorland EstatePerumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Gemstone Regency, yang dikembangkan oleh PT Charson Timorland Estate. Lokasinya berada di Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
|
EditorHilda B Alexander

BADUNG, KompasProperti - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta Real Estat Indonesia (REI) meningkatkan porsinya dalam pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Pasalnya, peningkatan jumlah penduduk Indonesia yang makin tinggi belum mampu diimbangi penyediaan rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya mengapresiasi tekad REI yang ingin menjadi garda terdepan bagi penyediaan perumahan rakyat. Dengan REI yang semakin fokus membantu MBR memiliki rumah, saya semakin yakin lebih mudah untuk mewujudkan program satu juta rumah," kata Basuki usai menghadiri perayaan ulang tahun REI ke-45 di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu (1/4/2017).

Kementerian PUPR terus berupaya menggandeng seluruh mitra terkait pemenuhan kebutuhan perumahan terutama untuk MBR.

Salah halnya adalah Kredit Mikro BTN yang diperuntukkan bagi pekerja informal.

"Yang paling penting dari kredit mikro tersebut adalah memberikan kesempatan bagi pekerja informal untuk mengajukan kredit rumah, yang sebelumnya tidak ada fasilitas tersebut," imbuhnya.

Selain itu, Basuki juga mengungkapkan rencananya yang akan meresmikan perumahan di tiga kawasan Transit Oriented Development (TOD), yakni di Pondok Cina, Tanjung Barat, dan Palmerah.

Menurutnya, perumahan tiga kawasan TOD itu terdiri dari apartemen kelas menengah ke bawah, apartemen untuk MBR, dan apartemen KPR Mikro dengan total sekitar 10.000 unit.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Menteri Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan, perlu cara-cara kreatif untuk memenuhi kebutuhan perumahan.

Seperti halnya dengan membangun hunian vertikal lantaran semakin berkembangnya urbanisasi di daerah perkotaan dan terbatasnya lahan untuk membangun perumahan.

"Dengan konsolidasi lahan dan dibangun secara insentif, mudah-mudahan rumah ke atas bisa terwujud dan lebih sedikit tanah yang kita butuhkan," ucap Sofyan.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh masalah penyediaan lahan untuk membangun perumahan, terutama yang terkait perizinan pengadaan dan sertifikasi lahan.

"Setiap hambatan yang ada di lapangan silahkan sampaikan, akan saya perbaiki sehingga tidak jadi beban bapak ibu sekalian. Reformasi membuat perumahan untuk rakyat harus lebih mudah," tuntas Sofyan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.