Kompas.com - 02/04/2017, 13:55 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Program perumahan milik Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno berupa uang muka atau down payment (DP) 0 Rupiah untuk rumah dengan harga Rp 350 juta dan di bawahnya diklaim bakal serupa dengan Housing and Development Board (HDB) Singapura.

Menurut Sandiaga melalui konsep HBD Singapura itu, pihaknya akan fokus menyediakan hunian murah dalam bentuk vertikal. Namun, modelnya akan seperti rusun yang ada di Jakarta.

"Iya, kalau vertikal tentu bentuknya seperti kayak di Singapura ada HDB. Unit-unitnya vertikal dan itu terjangkau oleh masyarakat. Diberikan pembiayaan yang cukup ringan," kata Sandiaga, saat ditemui di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (31/3/2017) malam.

Unit-unit hunian vertikal itu bakal dibangun di atas lahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kelompok sasarannya adalah warga dengan pendapatan di bawah Rp 7 juta. Warga yang membelinya otomatis akan memilikinya (rusunami).

Namun, pengamat perumahan sekaligus Dosen Kelompok Keahlian Perumahan Permukiman Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SKPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) Jehansyah Siregar menilai bahwa HDB di Singapura merupakan program public housing laiknya rumah susun sewa (rusunawa) dan bukan DP 0 rupiah.

Sebaliknya, kalau memang Anies hendak menjadikannya sebagai program public housing (rumah umum) maka tentunya bukan dengan cara beli-beli rumah yang ada di iklan jual rumah.

"Jadinya orang memahami itu sekadar bantuan subsidi KPR biasa. Istilahnya upfront subsidy. Ini jauh sekali dengan public housing di atas," sebut Jehansyah.

Lantas, bagaimana halnya dengan mekanisme HDB yang telah sukses dijalankan oleh Pemerintah Singapura?

Dalam laman resmi hdb.gov.sg, HDB didirikan pada 1 Februari 1960 dan berada dalam pembinaan Ministry of Development Singapura.

HDB ini bersifat nirlaba dan memiliki dua fungsi utama, yakni untuk mengelola sisi permintaan sehingga bertindak laiknya Lembaga Penerbit Kredit Perumahan dan untuk mengelola pasokan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.