Beli Rumah Bukan Hal Mustahil Bagi Generasi Milenial

Kompas.com - 29/03/2017, 18:58 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - "Kalau bisa beli rumah ngapain ngontrak, mending punya rumah sendiri walau kecil, daripada harus ngontrak."

Pernyataan tersebut dilontarkan salah generasi milenial yang telah berhasil membeli rumah di tengah-tengah banyaknya godaan untuk berfoya-foya menghabiskan uangnya.

Erista Kurnia Putri mampu merealisasikan mimpinya memiliki rumah pada usia 24 tahun.

Dirinya sadar betul bahwa harga rumah pada masa depan akan terus melonjak, tanpa diiringi kenaikan pendapatan sepadan.

Baca: Lima Tahun Lagi, Generasi Milenial Terancam Tidak Bisa Membeli 
Rumah

Ceritanya dimulai ketika dia lulus kuliah September 2015 silam. Kala itu, Erista yang langsung bekerja sebagai staf legal di sebuah perusahaan pengembang di bilangan Alam Sutera, Tangerang, diajak pacarnya untuk mencari rumah.

"Kami mencari mulai dari Bintaro, BSD City, Pamulang, dan sekitarnya. Ternyata harga rumah di sana mahal-mahal. Akhirnya kami ditawari untuk beli rumah di sekitar tempat tinggal," tutur Erista kepada KompasProperti, Senin(27/3/2017).

Setelah mencari ke berbagai tempat, Erista memutuskan membeli rumah subsidi di wilayah Maja, Tangerang, bernama Permata Mutiara Maja.

Perumahan ini dikembangkan PT Bukit Nusa Indah Perkasa. Harga yang dibanderol Rp 116,5 juta.

Keputusannya untuk membeli rumah tersebut tidaklah sulit. Pasalnya, dia punya obsesi penghasilannya per bulan menjadi aset masa depan.

"Kalau nggak beli sekarang pasti susah belinya. Karena harga properti makin naik," tambahnya.

Erista kemudian membayar uang muka atau down payment (DP) rumah dengan luas bangunan 22 meter persegi dan luas tanah 60 meter persegi tersebut senilai Rp 15,225 juta. DP ini bisa dicicil selama enam kali.

Kompas.com/Ridwan Aji Pitoko Stasiun Maja
Cicilan berikutnya dibayar melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN dengan besaran Rp 713.000 per bulan selama 20 tahun.

Jumlah itu diakui Erista tak memberatkan, bila dibandingkan dengan pendapatan berkategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau dalam rentang Rp 4 juta hingga Rp 7 juta.

"Saya sangat terbantu dengan adanya rumah subsidi yang memberikan keringanan buat MBR," imbuh dia.

Jika dilihat dari kondisi saat ini, rumah-rumah yang mampu diakses generasi milenial kelahiran 1981-1994 berada di wilayah-wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta seperti Depok, Bekasi, Bogor, dan Tangerang.

Maja sendiri memang menjadi salah lokasi pembangunan rumah-rumah bersubsidi. Selain itu, pamornya juga tengah menanjak karena bakal dikembangkan sebagai kota layaknya BSD City oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Selain itu, Maja juga bisa diakses melalui kereta komuter dengan waktu tempuh 90 menit dari Jakarta. Akses lain berupa jalan tol juga menjadi infrastruktur penunjang Maja.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X