Yusa Cahya Permana
Perencana Transportasi

Perencana transportasi lulusan Departemen Teknik Lingkungan dan Sipil, Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institute for Transport Studies, University of Leeds, Inggris. 

Yusa juga merupakan Co-Founder Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ). Saat ini bekerja sebagai Konsultan Transportasi dan menjabat Ketua Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) DKI Jakarta.

 

Setelah Pengaturan Transportasi Berbasis Aplikasi, Lalu Bagaimana?

Kompas.com - 27/03/2017, 20:05 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorHilda B Alexander

Beberapa pekan terakhir, kondisi sosial memanas yang dipicu penolakan terhadap transportasi umum berbasis aplikasi. Gelombang demonstrasi di berbagai kota terutama dari operator angkutan umum memprotes keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi baik yang menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.

Penyebutan “transportasi berbasis aplikasi” dalam tulisan ini, sesungguhnya lebih merujuk pada layanan transportasi umum non-trayek yang sekarang dikuasai tiga pemain utama yaitu Go-Jek, Grab dan Uber.

Ketiganya mendasarkan layanan transportasi melalui aplikasi internet. Pemilihan penyebutan ini didasarkan fakta bahwa selain tiga pemain besar di atas, ada banyak perusahaan angkutan umum trayek maupun non-trayek di Indonesia yang sudah mengembangkan aplikasi internet untuk layanannya, namun sifatnya hanya sebagai pendukung karena akses terhadap layanan mereka masih bisa didapat tanpa melalui aplikasi internet.

Permasalahan terkait transportasi berbasis aplikasi berpotensi menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak. Sudah bukan rahasia bahwa transportasi umum seakan menjadi pilihan terakhir moda perjalanan di Negeri ini terutama di kawasan perkotaan dan kawasan pinggiran.

Kendaraan pribadi roda empat dan roda dua tergambarkan sebagai “penyelamat” sekaligus gambaran “kesejahteraan”. Diakui atau tidak, masih banyak dari kita yang menganggap seseorang belum kaya dan sejahtera apabila belum mampu membeli dan menggunakan kendaraan pribadi.

Eratnya pola pikir masyarakat ini tidak terlepas dari kondisi transportasi umum yang cenderung identik dengan masalah kenyamanan, keamanan, kemudahan dan keselamatan.
Tidak terbantahkan di tengah kondisi mayoritas transportasi umum kita yang buruk, transportasi berbasis aplikasi menawarkan hal yang hilang.

Masyarakat tidak perlu lagi berjalan melalui trotoar yang tidak layak, terkena hujan dan panas untuk mencari taksi atupun angkutan umum. Kebutuhan perjalanan mereka bisa diakomodasi dengan beberapa kali sentuhan layar gawai pintar. Mudah bukan?

WAWAN H PRABOWO Ilustrasi : Bus Trans Jakarta
Meskipun demikian, kita sama-sama mengetahui tiga titik masalah utama transportasi berbasis aplikasi. Pertama adalah terkait pengaturan tarif. Di sini pemerintah perlu lebih bijak dalam bersikap. Penentuan tarif batas atas dan bawah, harus didasarkan pada data dan analisa yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Batas bawah harus didasarkan pada data produksi dan selisih keuntungan perusahaan penyedia jasa dan tarif tertinggi harus berdasarkan keterjangkauan masyarakat atas layanan yang diberikan.

Jika tarif batas bawah dan atas diberlakukan, maka pemerintah harus mampu dan mau melakukan studi komprehensif mengenai daya beli maysarakat. Tak hanya itu, audit atas tarif transportasi berbasis aplikasi yang dituding menghancurkan pesaing ataupun tarif transportasi non-aplikasi yang disebut terlalu mahal juga harus dilakukan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.