Banyak Sengketa Batas Lahan, Gubernur NTT Minta Satu PLBN di Kupang

Kompas.com - 27/03/2017, 16:30 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur yang juga Ketua DPD PDI-P NTT Frans Lebu Raya, di Jalan Talang Nomor 3, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur Nusa Tenggara Timur yang juga Ketua DPD PDI-P NTT Frans Lebu Raya, di Jalan Talang Nomor 3, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3/2017).
|
EditorHilda B Alexander

KUPANG, KompasProperti - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya telah mengusulkan dan meminta pemerintah pusat untuk menambah satu Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di wilayah Kupang yang berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste.

Menurut Frans, ia sudah beberapa kali menyampaikan secara lisan terkait penambahan PLBN itu, dan akan ditindaklanjuti dengan surat secara resmi yang dibuat oleh pemerintah Provinsi NTT.

Frans menyebut, dari empat kabupaten yang berbatasan dengan Negara Timor Leste yakni Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU) dan Kupang, hanya Kabupaten Kupang yang belum memiliki PLBN.

Padahal kata Frans, permasalahan yang paling banyak terkait sengketa batas lahan itu berada di Kabupaten Kupang, khususnya di Naktuka dan Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur.

“Saya memang dalam beberapa kali pertemuan dengan pemerintah pusat, secara lisan sudah sampaikan. Tetapi saya akan menyurati secara resmi kepada Presiden Jokowi untuk mengusulkan pembangunan PLBN di Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur,” kata Frans kepada sejumlah wartawan di Kantor DPRD Kupang, Senin (27/3/2017).

Frans berharap, permintaan pembangunan PLBN di Kabupaten Kupang disetujui guna meminimalisasi sejumlah permasalahan, termasuk di antaranya batas lahan yang diperebutkan antara pemerintah kedua negara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X