Rp 500 Miliar untuk Pembangunan Infrastruktur Kepulauan Riau - Kompas.com

Rp 500 Miliar untuk Pembangunan Infrastruktur Kepulauan Riau

Kompas.com - 24/03/2017, 22:30 WIB
Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Anggaran Rp 160 miliar disebut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akan digelontorkan untuk sektor jalan dan jembatan di Kepulauan Riau.

BATAM, KompasProperti - Wilayah geografis Batam yang dekat dengan Singapura dianggap mampu menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian barat.

Oleh sebab itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana membangun dan merehabilitasi berbagai macam infrastruktur di kawasan ini untuk bisa terus tumbuh pada masa depan.

Anggaran Rp 500 miliar disebut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akan digelontorkan untuk kebutuhan infrastruktur tersebut.

Rinciannya 160 miliar untuk sektor jalan dan jembatan. Selain itu juga untuk lanjutan jalan layang Simpang Jam, rehabilitasi Jembatan Barelang, dan pelebaran sejumlah ruas jalan.

Jalan Layang Simpang Jam dibangun sejak 2016 dengan anggaran Rp 180 miliar yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan.

Perkembangannya sampai saat ini sudah mencapai 65 persen dan ditargetkan rampung pada November 2017.

"Selain itu kami juga akan melakukan Rehabilitasi Jembatan Fisabilillah atau Barelang I, yang akan dilaksanakan tahun ini dengan anggaran Rp 30 miliar," tambah Basuki di sela kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke lokasi pembangunan Bendungan Sei Gong, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (23/3/2017).

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Junaidi menuturkan Kementerian PUPR saat ini tengah melakukan studi kelayakan untuk membangun jalan pendukung permukiman nelayan di Natuna sepanjang 13 kilometer.

Di sektor sumber daya air (SDA), Kementerian PUPR mengalokasikan dana Rp 340 miliar guna pembangunan Bendungan Sei Gong, irigasi di Natuna, dan pembangunan dua embung di Bintan.

Sedangkan di bidang perumahan akan dibangun tiga rumah susun yang masing-masingnya membutuhkan anggaran sekitar Rp 8 miliar-Rp 10 miliar.


EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X