Perum PPD Tawarkan Kerja Sama Pengelolaan Lahan

Kompas.com - 22/03/2017, 15:51 WIB
Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto dan Direktur Utama Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Pande Putu Yasa menandatangani kontrak kerjasama pengelolaan dan pembangunan lahan di Ciracas menjadi LRT City, Rabu (22/3/2017). Hilda B Alexander/Kompas.comDirektur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto dan Direktur Utama Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Pande Putu Yasa menandatangani kontrak kerjasama pengelolaan dan pembangunan lahan di Ciracas menjadi LRT City, Rabu (22/3/2017).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) membuka kesempatan bagi investor, baik perusahaan pemerintah maupun swasta untuk bekerja sama mengelola dan mengembangkan aset-aset lahan di kawasan Jadebotabek.

Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa mengungkapkan kemungkinan tersebut menjawab pertanyaan KompasProperti, usai penandatanganan kerja sama pengembangan lahan dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk di Jakarta, Rabu (22/3/2017).

"Lahan kami banyak tersebar luas di seluruh kawasan Jadebotabek. Namun luas pastinya harus dihitung dulu," ujar Pande Putu.

Dia menuturkan, land bank atau cadangan lahan Perum PPD ada di 8 lokasi, sebut saja di Ciracas, Ciputat, Pulogadung, Klender, Cakung, Depok, dan Tangerang.

Lahan di Ciracas merupakan yang terluas yakni 5,3 hektar, dengan lokasi strategis dan berdekatan stasiun LRT Ciracas.

Baca: Adhi Karya-Perum PPD Teken Kerja Sama Pengembangan LRT City

Karena itu, Perum PPD memanfaatkannya untuk dikerjasamakan dengan Adhi Karya dalam bentuk pengembangan multifungsi (mixed use development) terintegrasi transportasi massal.

"Kami concern di pengembangan lahan berbasis integrasi transportasi massal. Karena itu, kami membuka kesempatan kepada siapa saja, tidak hanya Adhi Karya, untuk membangun hal serupa," tutur Pande Putu.

Skema kolaborasi ini, tambah dia, tak hanya pemanfaatan lahan untuk dikembangkan menjadi properti hunian dan komersial, melainkan juga pengembangan sarana transportasi.

"Nantinya, di kawasan-kawasan yang dikerjasamakan itu, kami membangun sarana transportasi seperti shuttle bus, atau pemadu moda lainnya menuju kereta ringan (LRT), moda raya terpadu (MRT), atau lintas komuter (CL)," papar Pande Putu.

Ada pun kerja sama yang sudah diteken penandatangannya dengan Adhi Karya berupa pengembangan lahan di Ciracas yang bakal disulap menjadi LRT City Ciracas.

Proyek ini mengintegrasikan properti hunian, komersial, dan hotel yang dilengkapi dengan Ciracas Shuttle Bus Terminal (CSBT). 

CSBT ini yang nantinya akan melayani penghuni LRT City Ciracas menuju stasiun LRT dengan kemungkinan kebijakan satu tarif. 

Pengembangan LRT City Ciracas diproyeksikan menelan investasi Rp 3,2 triliun.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X