KSTJ Laporkan Ahok ke Ombudsman soal Maladministrasi Reklamasi

Kompas.com - 09/03/2017, 17:12 WIB
Suasana proyek pembangunan reklamasi Teluk Jakarta di kawasan Pantai Utara, Jakarta Utara, Rabu (11/5/2016). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menghentikan sementara proyek reklamasi Pulau C, D, dan G, lantaran dinilai melanggar izin dan perundang-undangan mengenai lingkungan hidup. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana proyek pembangunan reklamasi Teluk Jakarta di kawasan Pantai Utara, Jakarta Utara, Rabu (11/5/2016). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menghentikan sementara proyek reklamasi Pulau C, D, dan G, lantaran dinilai melanggar izin dan perundang-undangan mengenai lingkungan hidup.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta (KSTJ) resmi membuat laporan terkait izin lingkungan reklamasi Pulau C dan Pulau D di Teluk Jakarta kepada Ombudsman, Kamis (9/3/2017).

Pihak yang dilaporkan adalah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap melakukan tindakan maladministrasi dengan melanggar berbagai peraturan perundang-undangan terkait izin pembangunan proyek reklamasi Pulau C dan D.

"Laporan kami ini ingin menunjukkan bahwa ada proses maladministrasi pada proyek reklamasi Pulau C dan D. Salah satu yang gamblang dan jelas terjadi saat ini adalah tidak adanya izin lingkungan di sana," kata perwakilan KSTJ dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Ahmad Marthin Hadiwinata, di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Laporan tindakan maladministrasi ini disebut Mathin bertolak dari temuan awal KSTJ tentang informasi "Pengumuman Permohonan Penerbitan Izin Lingkungan Skala Amdal Rencana Kegiatan Reklamasi dan Pembangunan di atas Pulau C dan D" yang tercantum dalam laman pelayanan.jakarta.go.id.

Namun, informasi tersebut hilang begitu KSTJ ingin mengaksesnya selang sehari kemudian. Padahal di dalamnya jelas tercantum bahwa pemberian saran, pendapat, dan tanggapan dari masyarakat bisa diberikan mulai tanggal 2 hingga 11 Maret 2017.

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta (KSTJ) Poster pengumuman permintaan saran dan pendapat izin lingkungan pembangunan reklamasi Pulau C dan D yang sempat muncul sebentar di situs pelayanan.jakarta.go.id.
"Dengan adanya informasi dan pengumuman itu jelas bahwa izin lingkungan dan amdal baru ingin diajukan, sementara di lapangan bangunan seperti rumah dan ruko sudah berdiri di atas Pulau C dan Pulau D," tambah Marthin.

Secara garis besar, lanjut Marthin, laporan KSTJ kepada Ombudsman terkait pembangunan di kedua pulau tersebut melanggar lima aturan hukum perundang-undangan.

Pertama adalah Undang Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Kemudian kedua melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup.

Ketiga, melanggar UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil sebagaimana telah diubah melalui UU Nomor 1 Tahun 2014.

"Yang ketiga, gubernur bertindak sewenang-wenang karena Teluk Jakarta merupakan kawasan strategis nasional yang kewenangannya merupakan milik pusat, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan," imbuh Marthin.

Pelanggaran keempat adalah prosedur administratif yang terdapat pada Peraturan Menteri PU Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan.

Terakhir, pembangunan yang ada di Pulau C dan D dianggap tidak patuh pada Peraturan Menteri LH Nomor 05 Tahun 2012 Tentang Jenis Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X