Ini yang Harus Dilakukan Gubernur Jawa Barat Atasi "Jalur Neraka"

Kompas.com - 08/03/2017, 12:15 WIB
Kondisi jalur menuju Cileungsi pada Selasa (7/3/2017) kendaraan besar, kecil, dan sepeda motor memenuhi jalan. Hilda B Alexander/Kompas.comKondisi jalur menuju Cileungsi pada Selasa (7/3/2017) kendaraan besar, kecil, dan sepeda motor memenuhi jalan.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Petisi yang diunggah Purnama Sakhrial Pradini melalui situs change.org dan telah ditandatangani 674 orang, mengundang banyak simpati warga lainnya yang tinggal di kawasan Cibubur, Cileungsi, dan Jonggol.

Purnama mengunggah petisi ini ditujukan untuk Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) agar segera merealisasikan janji pelebaran, dan perbaikan Jalan Cileungsi-Jonggol yang dijuluki sebagai "jalur neraka".

Baca: Aher Diminta Realisasi Janji Perbaikan Jalur Neraka

Dalam petisi itu, Purnama menyebutkan Jalan Cileungsi-Jonggol yang merupakan jalan milik Provinsi Jawa Barat dalam kondisi memprihatinkan karena kemacetannya yang luar biasa.

Pasalnya, jarak 20 kilometer menuju Cibubur dari Jonggol, harus ditempuh dalam waktu tiga jam yang diakuinya sangat melelahkan dan menyita waktu.

"Kondisi kemacetan di jalur tersebut disebabkan wilayah timur Bogor sudah menjadi lahan menarik bagi para investor untuk membangun perumahan," tulis Purnama.

Baca: Merasakan Penderitaan Warga di Jalur Neraka

Akibat kemacetan ini, kerugian yang dialami warga tak hanya soal waktu, melainkan juga biaya, tenaga, dan kualitas hidup.

Pengamat perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriatna pernah menghitung, kerugian material akibat kemacetan akut tersebut senilai Rp 100 miliar per bulan.

Angka tersebut berdasarkan asumsi satu warga menghabiskan sekitar Rp 5 juta per bulan untuk ongkos transportasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X