Kehidupan di Dalam Peti Kemas

Kompas.com - 25/02/2017, 17:11 WIB
Bangunan bertingkat Sekolah Master di kawasan Depok, Jawa Barat dibangun dari kontainer bekas. RIZA FATHONIBangunan bertingkat Sekolah Master di kawasan Depok, Jawa Barat dibangun dari kontainer bekas.
EditorHeru Margianto

Harga bahan yang murah dan keleluasaan untuk membentuk peti kemas menjadi salah satu alasan utama bagi para pemilik usaha.

Banyak pula desain menarik dari luar negeri yang bisa dengan mudah diaplikasikan dalam peti kemas tersebut. Pembangunannya pun tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 1-2 pekan.

Dengan segala plus dan minusnya, bangunan dari peti kemas ini bisa menjadi salah satu jawaban penyediaan ruang tinggal atau usaha yang menjanjikan.

Di iklim tropis yang cenderung panas dan, memanfaatkan peti kemas bekas memang perlu usaha ekstra.

Berbagai upaya ekstra untuk menjadikan kontainer sebagai ruang yang nyaman dihuni dan pengalaman beraktivitas di dalamnya dapat diikuti dalam Rubrik Gaya Hidup Harian Kompas pada Minggu, 26 Februari 2017. Akses versi digital dapat diperoleh dengan berlangganan di kompas.id.

Simak pula ulasan fashion tentang pernyataan politik lewat pakaian di karpet merah, rumah unik oase seniman Ade Darmawan, asyiknya menyeruput cafe late di tengah pasar di Temanggung, perjalanan menikmati keindahan Hawai dari langit, juga ulasan film terbaru adaptasi novel laris Jakarta Undercover dan film hasil duet produser Indonesia dan Malaysia dengan bintang Nicholas Saputra, Interchange. (FRANSISCA ROMANA NINIK)

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X