Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/02/2017, 19:30 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Apartemen mewah atau high end tercatat yang paling tinggi tingkat penjualannya dibanding kelas di bawahnya sepanjang 2016.

Riset Savills Indonesia menunjukkan, unit-unit hunian vertikal dengan harga di atas Rp 50 juta per meter persegi itu terserap 88 persen dari total pasokan 4.000 unit.

Tingginya tingkat serapan ini berdampak pada kenaikan harga. Meski hanya sekitar 2 persen sampai 3 persen, namun peningkatan harga memperkuat posisi tawar pengembang untuk tidak memberikan diskon atau penawaran khusus.

"Apartemen seperti Langham Residence di Sudirman CBD yang tinggal beberapa unit adalah yang termahal. Pengembangnya, Agung Sedayu Group, tidak memberlakukan diskon lagi," ujar Head of Residential Sales Deden Sudarbo kepada KompasProperti, di Jakarta, Kamis (23/2/2017). 

Sejatinya, kata Deden, apartemen disebut termahal tidak hanya berdasarkan harga transaksi per meter persegi, melainkan mencakup beberapa aspek.

BLINK Design Group Desain vernakular mendominasi interior The Regent Jakarta.
Selain lokasi, juga brand, reputasi pengembang, luas unit, privasi, kelengkapan fasilitas, dan kualitas bangunan serta pengelolaan. 

"Memang pada akhirnya subyektif. Namun aspek-aspek tersebut di atas bisa dijadikan parameter untuk menentukan apartemen mewah termahal, dan terbaik," imbuh Deden.

Berikut lima apartemen termahal di Jakarta:

  • Langham Residence di Sudirman CBD, Jakarta Pusat, seharga Rp 80 juta per meter persegi
  • Le Parc di kompleks Thamrin Nine, Jakarta Pusat, seharga Rp 70 juta per meter persegi
  • The Regent Residence di kompleks Mangkuluhur City, Jakarta Pusat, seharga Rp 65 juta per meter persegi
  • The St Regis Residence di Kuningan, Jakarta Selatan, seharga Rp 60 juta per meter persegi
  • Anandamaya Residence di Jl Jend Sudirman, Jakarta Pusat, seharga Rp 55 juta per meter persegi

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+