Akhir Tahun 2017, Icon Mall Gresik Dibuka untuk Umum - Kompas.com

Akhir Tahun 2017, Icon Mall Gresik Dibuka untuk Umum

Kompas.com - 06/02/2017, 12:00 WIB
Hamzah Kantor pemasaran icon mall Gresik berikut apartemen yang berada dalam satu kawasan.

GRESIK, KompasProperti - Dalam waktu dekat, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, akan menambah fasilitas baru berupa pusat belanja bertajuk Icon Mall Gresik.

Pusat belanja ini berada di kawasan pengembangan properti multifungsi seluas 18 hektar di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo.

General manager PT Raya Bumi Nusantara Permai, Ryan Sudrajat, mengatakan dari total luas lahan itu, 12,5 hektar di antaranya dimanfaatkan untuk pembangunan mal, hotel, dan empat menara Icon Apartment sebanyak 660 unit.

Sementara sisanya 5,5 hektar akan dikembangakn sebagai perumahan, dan properti komersial lainnya berupa ruko.

“Untuk apartemen ada empat menara, dan mal-nya empat lantai. Nantinya juga ada hotel bintang empat dengan pengelola Hotel Santika. Targetnya, akhir tahun sudah beroperasi,” buka Ryan, kepada KompasProperti, di Gresik, Senin (6/2/2017).

Ryan menjelaskan, bangunan yang akan buka pada akhir 2017 baru sebatas pusat belanja Icon Mall dengan luas bangunan 43.000 meter persegi, dan Hotel Santika.

Para peritel yang sudah memberikan konfirmasi untuk bergabung adalah dari kelompok usaha Mitra Gamesindo yang akan membuka wahana rekreasi keluarga, dan PT Graha Layar Prima Tbk dengan sinemanya.

Hamzah Contoh maket perumahan yang coba dikembangan di kawasan icon mall Gresik.
"Peritel lainnya seperti Hypermart, Centro Department Store, Mitra Adi Perkasa (MAP), sedang dalam proses negosiasi. Namun begitu, hingga saat ini sudah 70 persen tersewa," imbuh Ryan.

Sedangkan untuk apartemennya dijadwalkan serah terima menara pertama pada awal 2019. Selanjutnya, serah terima menara kedua pada 2021.

Terdapat dua tipe apartemen yang ditawarkan yakni, tipe loft, dan dua kamar tidur. Untuk tipe loft dibanderol sekitar Rp 240 juta. Sebelumnya saat penawaran perdana pada 2015 harganya sekitar Rp 180 juta.

Sementara tipe dua kamar tidur dipatok Rp 420 juta, sebelumnya hanya Rp 245 juta per unit.

Untuk merealisasikan pembangunan properti multifungsi ini, PT Raya Bumi Nusantara Permai harus merogoh kocek senilai Rp 1,4 triliun.


EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X