Tiga Tahun Lagi, Pasar Perkantoran Pulih

Kompas.com - 01/02/2017, 17:30 WIB
Suasana pembangunan gedung bertingkat tingkat tinggi atau high rise di Jakarta, Kamis, (10/11/2016). Pembangunan ini meliputi perkantoran, apartemen, dan hotel. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana pembangunan gedung bertingkat tingkat tinggi atau high rise di Jakarta, Kamis, (10/11/2016). Pembangunan ini meliputi perkantoran, apartemen, dan hotel.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Pasar perkantoran pada beberapa tahun terakhir diwarnai tingkat pasokan yang melebihi permintaan, sehingga harga sewanya turun.

Sepanjang 2016, pasokan perkantoran di central business district (CBD) atau pusat bisnis tercatat seluas 450.000 meter persegi.

"Jika pada 2020-2021 PDB (produk domestik bruto) bertahan di angka 5 persen, maka kemungkinan pasar perkantoran akan membaik," ujar Head of Research JLL Indonesia James Taylor di kantornya, Rabu (1/2/2017).

Lebih lanjut, James menuturkan, sewa perkantoran akan menyentuh posisi terbawah pada periode 2018-2019.

Permintaannya akan terlihat kenaikan sejak tahun ini, namun masih diikuti dengan okupansi yang rendah.

James juga menyebutkan, pasokan perkantoran di CBD dalam setahun terakhir yang menyentuh angka 450.000 ini menekan okupansi.

Karena itulah, para pengelola kantor harus menurunkan harga sewa supaya ruang kantor tetap terisi.

Sebagai contoh, untuk sewa perkantoran kelas A harganya turun 2,3 persen dibanding kuartal sebelumnya.

"Gross rent CBD pasar perkantoran pada 2016 Rp 295.224 per meter persegi. Sedangkan base rent Rp 207.888 per meter persegi," sebut James.

Dengan adanya penurunan harga ini, okupansi secara keseluruhan tercatat 84 persen.

Jika dijabarkan, okupansi kelas premium tercatat 79 persen, kelas A 73 persen, kelas B 89 persen, dan kelas C 90 persen.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X