Ahok Pertanyakan Program Agus Membangun Tanpa Menggusur

Kompas.com - 28/01/2017, 10:38 WIB
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengikuti debat kedua calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (27/1/2017). Temanya membahas reformasi birokrasi serta pelayanan publik dan KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGPasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengikuti debat kedua calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (27/1/2017). Temanya membahas reformasi birokrasi serta pelayanan publik dan
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Calon gubernur (cagub) DKI Jakarta nomor urut dua sekaligus petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempertanyakan program cagub nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono yang akan melakukan pembangunan permukiman pinggir sungai tanpa menggusur.

Hal itu disampaikannya dalam debat kedua yang berlangsung Jumat (27/1/2017) malam.

"Ada PP nomor 38 tahun 2011 yang jelas mengatakan bangunan yang berdiri di sempadan sungai harus dibersihkan agar sungai berfungsi selayaknya. Di Jakarta ini di sempadan sungainya bukan hanya di daerah aliran sungainya saja, tetapi juga jalan inspeksi 8-10 meter, jadi nggak mungkin membangun," jelas Ahok.

Kemudian, Ahok bertanya kepada Agus bagaimana cara yang tepat untuk membangun permukiman di sempadan sungai tapi tidak melanggar PP tersebut.

"Ya ini diferensiasinya, kami akan meyakinkan bahwa mempercantik kota bisa tanpa menggusur. Terbuka dengan berbagai masukan dan inovasi, benchmark dengan kota lain yang berhasil, intinya ada goodwill," jawab Agus.

Baca: Agus Tawarkan Konsep "On Site Upgrading", Membangun Tanpa Menggusur

Sebelumnya, Agus mengatakan akan tetap berkomitmen membangun permukiman pinggir sungai tanpa melakukan penggusuran.

"Kami meyakini bisa membangun, mempercantik Jakarta tanpa menggusur. Konsep On Site Upgrading membangun dan meremajakan kampung di tempat yang sama serta tidak mencabut kehidupan masyarakat di habitat asli," tutur Agus.

Menurut dia, cara tersebut bisa dilakukannya dengan memanfaatkan secara maksimal lahan yang ada di pinggiran atau sempadan sungai.

Pasalnya, lahan yang dibutuhkan sedikit berbeda karena dirinya bakal membangun hunian vertikal yang tadinya horisontal di sempadan sungai tersebut.

"Caranya mengalokasikan lahan yang ada karena membangun dari horisontal ke vertikal butuh lahan-lahan yang bisa diguanakan untuk tetap dapat hunian layak dan tidak mengganggu aliran sungai," tambah Agus.

Pembangunan permukiman ini, lanjut Agus akan paralel dengan pembangunan lingkungan hidup dan akan dilakukan bersama-sama masyarakat.

Agus mengaku telah berbicara dengan banyak aktivis, dan masyarakat di sana pada dasarnya mau bergeser sediki untuk direlokasi dan untuk membangun hunian layak.

"Mereka yakin dengan begitu akan memiliki rusunami bukan rusunawa dan kami juga akan bangun sumber-sumber pekerjaan agar mereka tidak kehilangan pekerjaan dan paling penting statusnya terjaga," pungkas dia.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X