Pengamat: Jika Melanggar Tata Ruang, Penggusuran Perlu Dilakukan

Kompas.com - 27/01/2017, 21:41 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta 2017, Agus Harimurti Yudhoyono memaparkan visi misi saat debat kedua calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (27/1/2017). Temanya membahas reformasi birokrasi serta pelayanan publik dan penataan kawasan perkotaan. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGCalon gubernur DKI Jakarta 2017, Agus Harimurti Yudhoyono memaparkan visi misi saat debat kedua calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (27/1/2017). Temanya membahas reformasi birokrasi serta pelayanan publik dan penataan kawasan perkotaan.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Salah satu gagasan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sylviana Murni, adalah membangun permukiman tanpa menggusur.

Menanggapi hal tersebut, Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) menyatakan bahwa penggusuran atau pemindahan perlu dilakukan jika memang melanggar tata ruang yang ada.

"Pada dasarnya kota termasuk Jakarta dibangun memiliki rencana, khususnya tata ruang dan kami berpegang pada itu. Kalau ada yang tidak sesuai peruntukan maka harus ditertibkan sesuai dengan undang undang dan perda," kata Ketua IAP DKI Jakarta Dhani Muttaqin saat Dialog Menggagas Tata Ruang Masa Depan Jakarta, Jumat (27/1/2017).

Menurut Dhani, dalam hal menggusur atau memindahkan masyarakat perlu ada komunikasi yang baik antara pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat agar tidak terjadi konflik.

Selain itu, Dhani juga menyarankan agar penggusuran yang dilakukan harus berkeadilan dan egaliter agar tak melulu orang-orang dengan ekonomi bawah terkena penggusuran tersebut.

"Artinya, kalau ada warga kelas menengah ke atas yang melanggar dan tidak patuh tata ruang harus digusur juga, harus dipindahkan juga," tandas Dhani.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X