Basuki: Bangun Pos Lintas Batas Negara Bukan untuk Unjuk Kekuatan

Kompas.com - 26/01/2017, 22:14 WIB
Kondisi PLBN Entikong sebelum dibangun kembali (atas) dan sesudah dibangun kembali (bawah). Yohannes Kurnia Irawan/KOMPAS.comKondisi PLBN Entikong sebelum dibangun kembali (atas) dan sesudah dibangun kembali (bawah).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Selama 2 tahun lebih, pemerintah memprioritaskan untuk membangun jalan-jalan di perbatasan dan pos lintas batas negara (PLBN).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, tujuan terbesar dari pembangunan jalan dan PLBN ini bukan hanya unjuk gigi kepada negara tetangga.

"Kalau membangun jalan perbatasan dan PLBN bukan berarti untuk sekuriti atau kemewahan bahwa kita negara besar, tapi ingin menciptakan kegiatan ekonomi baru di perbatasan," ujar Basuki saat Economic Challenges: Transportation Outlook 2017, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Selama ini, misalnya di Entikong, Kalimantan Barat, yang berbatasan dengan Malaysia, banyak penduduk Indonesia memilih untuk berbelanja ke Kuching.

Setelah dibangun PLBN Entikong, meski belum ada pasar yang besar, tetapi pedagang sudah bisa berjualan dan membuka lapaknya di PLBN.

"(Pedagang) Malaysia bawa mobil buka lapak di lintas batas entikong. Ini terjadi kegiatan ekonomi karena secara harga dan kualitas, barang-barang kita bersaing dengan barang produksi Malaysia," tutur Basuki.

Sementara itu, terkait jalan-jalan di perbatasan, misalnya Trans Papua, tujuan pembangunannya adalah untuk pemerataan.

Pusat Komunikasi Publik Kementerian PUPR Kondisi terkini jalan paralel perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia.

Dengan dibangunnya jalan, akses para penduduk untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain akan lebih mudah sehingga berefek pada harga-harga barang yang lebih terjangkau.

"Mungkin Trans Papua belum ada mobil lewat atau hanya satu-dua mobil. Tapi,
kalau jalan (kaki) jauh lebih cepat daripada harus lewat gunung-gunung dengan jalan tapak," tandas Basuki.

Kementerian PUPR membangun jalan perbatasan Papua dengan panjang total 1.098,24 kilometer.

Ruas ini terdiri dari Oksibil-Tanah Merah-Muting-Merauke sepanjag 668,32 kilometer dan ruas Yetti-Ubrub-Oksibil 301,74 kilometer.

Selain itu, Kementerian PUPR juga membangun Jayapura-Arso-Waris-Yetti sepanjang 128,18 kilometer.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X