Desain Kedai Kopi Terkini, Simbolisasi Gaya Hidup - Kompas.com

Desain Kedai Kopi Terkini, Simbolisasi Gaya Hidup

Kompas.com - 19/01/2017, 22:00 WIB
www.selasarsunaryo.com Suasana di kedai kopi Selasar Sunaryo

JAKARTA, KOMPAS.com - Dominasi wana putih, abu-abu, hitam, dan furnitur kayu masih menjadi gaya khas desain interior coffee shop atau kedai kopi masa kini. Konsep industrial dengan unsur kontemporer juga masih digandrungi.

Banyak kedai kopi masa kini yang mengedepankan konsep polos, bersih, pengaplikasian material ekspos, seperti lantai acian, dominasi pencahayaan alami, dan penggunaan lampu cahaya temaram.

Lebih dari sekadar persoalan estetika, desainer interior Aghnia Fuad mengamati, konsep-konsep tersebut berkaitan dengan fleksibilitas fungsi kedai kopi untuk memenuhi berbagai kebutuhan gaya hidup masyarakat.

“Sekarang marak industri kreatif sehingga banyak orang bekerja tidak dari kantor, tapi dari ruang publik, termasuk coffee shop. Jadi coffee shop juga merupakan co-working space,” tutur desainer interior yang kerap disapa Ghina kepada Kompas.com, Rabu (18/1/2017).

Menurut Ghina, kini bisnis kedai kopi juga menawarkan ruangnya untuk bekerja dan berkegiatan, seperti workshop sampai acara musik. Itu sebabnya, interior kedai diatur dirancang sedemikian rupa sehingga punya ruang yang cukup untuk berkegiatan.

“Makanya mereka membuat desain interior dengan konsep yang lebih polos, blong, dan furniturnya juga movable. Itu tujuannya supaya coffee shop-nya bisa dialihfungsikan menjadi tempat selain ngopi. Jadi ketika ada event, seperti gathering atau gigs, mereka bisa gunakan space itu,” papar Ghina.

Konsep polos dan tak banyak aksesori pun punya tujuan tersendiri, yakni supaya desain kedai kopi bisa menyatu dengan segala jenis situasi dan acara. 

“Jadi tidak terpatok kalau misalkan ada event, tidak ada anggapan ‘Yah sudah terlanjur interiornya begini, nanti enggak nyambung sama event-nya’," kata dia.

Menurut Ghina, sampai beberapa tahun ke depan konsep kedai kopi dengan desain interior seperti itu masih tetap digemari. Hal itu mengikuti gaya hidup masyarakat yang juga masih senang bekerja di luar kantor, sambil bersosialisasi.

Namun yang membedakan adalah tone atau warna yang dipilih. Sebelumnya warna-warna monokrom seperti putih, hitam, dan abu-abu yang menghasilkan nuansa agak gelap masih mendominasi.

Ke depannya, warna monokrom masih jadi favorit. Namun sisi terang akan lebih menonjol.

“Jadi akan didominasi warna putih,” tutup Ghina.

 


EditorHilda B Alexander

Close Ads X