Harga Jual Perkantoran di Jakarta Masih Stabil

Kompas.com - 10/01/2017, 15:05 WIB
Suasana pembangunan gedung bertingkat tingkat tinggi atau high rise di Jakarta, Kamis, (10/11/2016). Pembangunan ini meliputi perkantoran, apartemen, dan hotel. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana pembangunan gedung bertingkat tingkat tinggi atau high rise di Jakarta, Kamis, (10/11/2016). Pembangunan ini meliputi perkantoran, apartemen, dan hotel.
|
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar penjualan ruang perkantoran di area Central Business District (CBD) Jakarta diprediksi akan bertambah suplainya pada 2017 dan 2018. Berdasarkan catatan Colliers International Indonesia, area CBD akan mendapatkan sekitar 757.000 meter persegi ruang perkantoran untuk dijual selama kurun waktu dua tahun mendatang.

Tapi, meskipun sebanyak 50 persen dari total prediksi suplai itu telah terserap, harga jual tetap terkendali terhadap lemahnya tarif sewa. Rata-rata harga jual perkantoran yang ada saat ini berdasarkan ketersediaan ruang adalah Rp 52,9 juta per meter persegi.

Adapun untuk harga jual perkantoran di pasar sekunder ditawarkan mulai dari Rp 40 juta hingga Rp 55 juta per meter persegi, meskipun ada satu gedung perkantoran yang memasang harga jualnya di atas Rp 100 juta per meter persegi di pasar sekunder.

"Sementara itu, harga jual untuk gedung-gedung perkantoran akan datang ditawarkan mulai dari Rp 40 juta hingga Rp 85 juta per meter persegi, tergantung lokasinya," ujar Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, di Jakarta, Kamis (5/1/2017) lalu.

Kondisi itu berbeda justru terjadi di area bukan CBD. Penyerapan terhadap ruang perkantoran yang dijual di sana cenderung lemah. Suplainya pada 2016 tetap di angka 50.000 meter persegi dari ruang-ruang yang tidak berhasil diserap pada tahun tersebut.

Di sisi lain, sekitar 220.000 meter persegi ruang perkantoran yang dijual pada masa depan diharapkan bakal tersedia dalam kurun 2017 dan 2018. Selama kuartal-IV 2016 lalu, sebanyak 50 persen dari proyeksi suplai tambahan tersebut berhasil terjual. Baik di TB Simatupang maupun kawasan non-CBD lainnya menunjukkan tren meningkat yang cukup lambat dalam hal harga jual perkantoran.

Namun, harga jual perkantoran justru stabil di antara Rp 30 juta dan Rp 38 juta per meter persegi pada 2016 dan membawa rata-rata harga ke angka Rp 34 juta per meter persegi di TB Simatupang.

"Kawasan non CBD lainnya di luar TB Simatupang berhasil meningkatkan harga jual sebesar 20 persen secara tahunan ke angka Rp 37,9 juta per meter persegi dan beberapa ruang perkantoran yang tersedia untuk dijual di kawasan tersebut masih ditawarkan di angka di bawah Rp 30 juta per meter persegi," jelas Ferry.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X