Kompas.com - 06/01/2017, 23:59 WIB
Seorang pekerja tertimbun reruntuhan konstruksi apartemen Grand Kemala Lagoon di Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. APartemen ini dibangun oleh pengembang Badan Usaha Milik Negara PT PPRO Tbk sejak 2013. Dokumentasi Kompas TVSeorang pekerja tertimbun reruntuhan konstruksi apartemen Grand Kemala Lagoon di Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. APartemen ini dibangun oleh pengembang Badan Usaha Milik Negara PT PPRO Tbk sejak 2013.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa musibah yang dialami pengembang properti Indonesia pada 2016 dan awal 2017, memengaruhi tingkat kepercayaan konsumen.

Sepanjang 2016 silam, tercatat insiden kebakaran terjadi di tiga apartemen di Jakarta, yakni Apartemen Parama di Cilandak, Apartemen Casa Domaine di Jakarta Pusat, dan SOHO @ Podomoro City di Jakarta Barat.

Teranyar, pada Rabu (4/1/2017) pagi, tangga darurat Apartemen Emerald Tower di Grand Kamala Lagoon, Kalimalang, Bekasi, roboh dan menelan korban meninggal dan luka-luka.

Meski diakui berdampak pada tingkat kepercayaan konsumen, namun tidak terlalu signifikan membuat tingkat penjualan turun atau terjadinya pembatalan pembelian.

"Dampak psikologis pasti ada, tapi pengaruhnya tidak signifikan sampai tidak mau beli karena itu sebenarnya musibah dan masyarakat bisa mengerti," kata Associate Director Residential Sales & Leasing Colliers International Indonesia Aleviery Akbar, di Jakarta, Kamis (5/1/2017).

Justru, lanjut Akbar, beberapa musibah yang terjadi tersebut membuat inspeksi terkait keamanan bangunan gedung-gedung apartemen semakin diperketat.

Misalnya inspeksi terhadap sprinkler, area kosong di dalam apartemen untuk titik penjemputan menggunakan helikopter ketika kebakaran, dan juga keberadaan hidran di dalam gedung.

"Mau tidak mau dengan banyaknya kejadian itu pemerintah daerah bakal ketat mengeluarkan sertifikat layak fungsi (SLF) sebuah gedung. Karena itulah, banyak apartemen yang telat operasinya karena SLF belum keluar," pungkas Akbar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.