Rancangan Arsitektur "Berlubang" Paling Unik di Dunia (III)

Kompas.com - 30/12/2016, 06:45 WIB
Hamburg Science Centre OMAHamburg Science Centre
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Para arsitek tahu betul bahwa sebuah lubang tak selamanya identik dengan kekosongan.

Sebuah ruang kosong pada struktur bangunan bisa menciptakan jalan masuk cahaya, memberikan pengalaman berbeda bagi yang berada di dalam, dan memengaruhi kecocokan bangunan dengan lingkungan sekitarnya.

Dari bangunan serupa es batu raksasa hingga berbentuk seperti koin telah membuat para arsitek tertarik merancang bangunan-bangun dengan struktur kosong beberapa bagiannya.

Berikut ini bagian terakhir dari tiga tulisan. Tulisan pertama bisa dilihat di sini, dan tulisan kedua bisa diklik di sini.

9. Hamburg Science Centre (Hamburg, Jerman)

Firma arsitektur asal Belanda OMA merancang desain ambisius ini untuk sebuah pusat sains, akuarium, dan teater sains yang berada tepat di pintu masuk Pelabuhan Magdeburger, Hamburg, Jerman.

Desainnya terdiri dari 10 blok besar yang dibentuk menyerupai cincin. Desain ini kemudian dibandingkan dengan stumpuk blok tetris dengan potongan hilang di tengah.

Namun karena mahalnya biaya proyek, pusat sains tersebut tidak pernah dibangun secara nyata.

10. World Financial Centre (Shanghai, China)

Ketika World Financial Centre dibuka pertama kali pada 2007, gedung setinggi 491 meter itu menjadi yang tertinggi nomor dua di kolong jagat.

Sebuah lubang menganga di dekat puncaknya bukan dirancang untuk membingkai matahari. Penempatannya dilakukan arsitek untuk mengurangi tekanan angin terhadap gedung.

Awalnya rencana penempatan lubang berbentuk trapesium di gedung tersebut membentuk lingkaran, tetapi warga lokal protes dengan hal itu karena menganggapnya seperti mengibarkan bendera Jepang.

Getty Images World Financial Centre

11. La Grande Arche de la Defense (Paris, Prancis)

Pada 1982, Presiden Pranis Francois Mitterand mengadakan kompetisi desain internasional untuk menciptakan Arc de Triomphe modern.

Kemudian dua orang berkebangsaan Denmark yakni Johann Otto von Spreckelsen dan Erik Reitzel memenangkan kontes tersebut melalui rancangan La Grande Arche de la Defense.

Bangunan ini memiliki makna untuk merayakan kemanusiaan daripada memeringati penaklukan militer.

Para pengunjung tidak hanya mendapatkan pemandangan Paris melalui lengkungan di tengah, tetapi juga bisa menikmati melalui atapnya.

Miguel Medina La Grande Arche de la Defense



Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X