Kompas.com - 27/12/2016, 15:00 WIB
Salah satu petunjuk informasi yang terpasang di Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur yang terpantau menggunakan kertas yang ditempel di dinding. Kondisi itu menjadi sorotan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono dalam kunjungannya ke lokasi tersebut, Sabtu (12/11/2016). Alsadad RudiSalah satu petunjuk informasi yang terpasang di Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur yang terpantau menggunakan kertas yang ditempel di dinding. Kondisi itu menjadi sorotan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono dalam kunjungannya ke lokasi tersebut, Sabtu (12/11/2016).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Terminal Bus Pulogebang di Jakarta Timur akan dijadikan percontohan terminal terpadu untuk memberikan pelayanan jasa angkutan antar-kota antar-provinsi (AKAP).

Dirancang oleh arsitek Paul Tanjung Tan, desainnya menjadi pemenang pertama tender sayembara proyek "Terminal Bus Pulogebang Jakarta Timur" yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Propinsi DKl Jakarta dan lkatan Arsitek Indonesia (IAI) pada 2001.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Desain terminal ini modern, futuristik dan ramah lingkungan tetapi tetap humanis dengan menggabungkan multi-fungsi ruang sebagai tempat untuk berinteraksi para penggunanya," ujar Paul di Terminal Pulogebang, Jakarta, Selasa (27/12/2016).

Ia memaparkan, di dalam terminal tersebut terdapat area bisnis dan perkantoran, area food court, dan area beristirahat untuk awak bus.

Terminal bus yang disebut-sebut sebagai terbesar se-Asia Tenggara ini dibagi ke dalam 4 (empat) gedung dan bagian, agar terjadi pemisahan antara kedatangan dan keberangkatan penumpang, kendaraan antar-kota dan dalam kota, serta bus Transjakarta.

"Salah satu kriteria pengguna yang penting adalah agar desain terminal ini mengatasi masalah terminal bayangan, kriminalitas, kemacetan, kesemerawutan pedagang dan penumpang yang merupakan penyakit kronis terminal-terminal bus di Indonesia pada umumwnya," lanjut Paul.

Kompas.com/Robertus Belarminus Tempat ibadah umat muslim, Masjid Darul Musyafirin, di lantai 1 Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Senin (13/6/2016)
Gedung A diperuntukkan sebagai area istirahat awak dan supir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan luas 996 meter persegi.

Gedung B dengan luas 1.842 meter persegi dijadikan sebagai area ruang tunggu penumpang dan area keberangkatan bus AKAP.

Gedung ini memiliki 9 (Sembilan) pintu, ditambah dengan jumlah jalur untuk 28 unit bus.

Sementara itu, Gedung C diperuntukkan sebagai area kedatangan bus AKAP dan bus dalam kota dan berbagai fasilitas lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.