REI Fokuskan Rekonstruksi Bangunan Non-Pemerintahan di Aceh

Kompas.com - 19/12/2016, 22:03 WIB
Pada Jumat (16/12/2016) pekan lalu Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Soelaeman Soemawinata dan para anggota REI Aceh sudah menyerahkan bantuan logistik kepada Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi, di Pendopo Bupati Pidie Jaya. Dok REIPada Jumat (16/12/2016) pekan lalu Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Soelaeman Soemawinata dan para anggota REI Aceh sudah menyerahkan bantuan logistik kepada Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi, di Pendopo Bupati Pidie Jaya.
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Satgas Tanggap Darurat gempa Pidie Jaya diharapkan bisa secepatnya menyampaikan data-data akurat terkait kerusakan yang dialami fasilitas pendidikan akibat diguncang gempa 6,5 skala richter pada Rabu (7/12/2016) lalu. Renovasi fasilitas pendidikan masuk dalam kategori pertama pasca-musibah.

Demikian dipaparkan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Soelaeman Soemawinata, Senin (19/2/2016), dalam upaya mendukung rekonstruksi fasilitas pendidikan bagi para korban gempa Pidie Jaya, Aceh. Pekan lalu, Jumat (16/12/2016), REI sudah menyerahkan bantuan logistik kepada Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi, di Pendopo Bupati Pidie Jaya.

"Bantuan rekonstruksi itu akan fokus ke bangunan-bangunan non-pemerintahan, karena bangunan semacam itu memiliki standar tersendiri," ujar Soelaeman dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, Ketua REI Aceh, Rahmad Yadi, mengatakan pihaknya akan melihat apa yang bisa dilakukan untuk warga Pidie saat ini. Adapun bantuan yang diberikan tersebut adalah dukungan tahap awal sebagai ungkapan empati dan simpati kepada para korban gempa. Karena, lanjut dia, setelah bantuan logistik diserahterimakan, REI akan menginisiasi upaya penyaluran bantuan fisik untuk merekonstruksi gedung fasilitas pendidikan.

"Setelah ini kita akan bantu pembangunan kembali bangunan gedung sekolah dasar atau taman kanak-kanak," papar Rahmad.

Sementara itu, Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi, yang juga Komandan Satgas Tanggap Darurat gempa Pidie Jaya, mengatakan pihaknya segera melakukan pendataan ke lapangan. Rencananya hari ini pihaknya akan menerjunkan tim guna mencari pendataan obyek bangunan yang butuh perbaikan secepat mungkin.

"Kami membutuhkan dokumen dan perencanaan khusus guna dipublikasikan kepada calon donatur sehingga bantuan bisa segera disalurkan," kata Said.

Menurut Said, gempa tersebut menimbulkan gelombang pengungsi sebanyak 83.838 orang tersebar di 124 titik. Sebanyak 82.122 orang (120 titik) pengungsi berasal dari Pidie Jaya dan 1.716 orang dari Kabupaten Bireuen (4 titik).

Adapun distribusi 82.122 orang pengungsi di Pidie Jaya berasal dari Kecamatan Meureudu 13.965 orang, Meurah Dua 11.391, Trianggadeng 18.512, Bandar Baru 14.209, Pante Raja 8.153, Bandar Dua 3.170, Ulim 9.763, dan Jangka Buaya 2.959 orang. Sedangkan 1.716 orang pengungsi di Bireuen tersebar di Matang Meunasah Blang 1.100 orang, Masjid Matang Jareung 13, Masjid Alghamamah 405, dan Masjid Kandang 198 orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X