Pengembang "Kecele", Pasar Properti Baru Pulih Semester II Tahun 2017

Kompas.com - 15/12/2016, 07:54 WIB
Jakarta Skyline. worldpropertychannel.comJakarta Skyline.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit memprediksi kebangkitan pasar properti Indonesia baru terjadi pada semester kedua tahun 2017 mendatang.

"Bukan akhir tahun ini, atau kuartal pertama 2017, seperti yang dikatakan pengamat lain. Kalau amnesti pajak (tax amnesty) dikatakan sebagai pendorong utama pemulihan, itu keliru," ujar Panangian kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (14/12/2016).

Menurut dia, selama ini pengembang dikondisikan punya harapan besar terhadap program amnesti pajak khususnya pengalihan harta (repatriasi) akibat prediksi dan pengamatan prematur. 

Akibatnya, pengembang kecele dan merasa kecewa setelah beberapa bulan penjualan proyeknya tidak kunjung mengalami peningkatan.

Panangian menjabarkan, para wajib pajak pemegang dana dan aset di luar negeri yang ikut amnesti pajak adalah investor-investor yang sudah matang. 

Mereka akan mempertimbangkan instrumen investasi mana yang paling menguntungkan, likuid, dan juga paling menarik.

"Mereka tidak serta merta menaruh uangnya di sektor properti. Mereka juga melihat nilai tukar Rupiah seperti apa. Kalau masih fluktuatif mereka akan tahan, sebaliknya kalau stabil lain soal," ucap dia.

Jadi, dari total pengalihan harta senilai Rp 144 triliun yang tercatat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan, Panangian belum melihat aliran besar ke sektor properti.

Investor masih melihat perkembangan ekonomi setelah konstelasi politik berubah, menyusul terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS).

Pasar masih menunggu kepastian kenaikan suku bunga Fed Rate, pengumumam anggota kabinet, dan pelantikan Donald Trump beserta pembantu-pembantunya pada Januari 2017.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X