Kompas.com - 14/12/2016, 18:13 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN) berencana meluncurkan proyek percontohan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mikro pada Januari 2017.

Pemerintah pun memastikan aturan tentang KPR mikro tersebut akan keluar pada tahun tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus mengatakan kepada Kompas.com, pihaknya saat ini masih menyusun aturan-aturan tersebut agar tepat sasaran kepada pekerja informal.

"Lagi disiapkan dan tahun depan akan jadi," kata dia dalam pesan singkatnya, Selasa (15/12/2016).

Ada pun dasar dibuatnya KPR Mikro ini adalah sulitnya akses bagi para pekerja informal seperti penjual bakso, nelayan, pedagang kaki lima, petani dan lainnya untuk mendapatkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang hanya ditujukan bagi masyarakat dengan pendapatan Rp 4 juta sampai Rp 7 juta.

"KPR Mikro ini khusus buat MBR di sektor informal yang tidak bankable. Penyalurannya nanti oleh perusahaan pembiayaan yang tidak seribet bank persyaratannya," tambah Maurin.

Nantinya, lanjut Maurin, dalam KPR Mikro ini terdapat unsur pemberdayaan dari perusahaan pembiayaan agar nantinya MBR informal ini dapat mengatur kreditnya dan bisa sesuai tujuan.

Selain dari segi target, perbedaan KPR mikro dan KPR FLPP lainnya adalah dari besaran harga rumah dan jangka waktu.

Menurut Maurin harga rumahnya nanti akan lebih rendah dari harga rumah KPR FLPP atau akan di bawah Rp 133 juta dan dengan jangka waktu lebih pendek dari 20 tahun. 

Ada pun KPR Mikro BTN yang akan diluncurkan tahun depan adalah hanya untuk rumah dengan biaya Rp 25 juta sampai Rp 30 juta dan juga memiliki target sama seperti yang dicanangkan Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR.

"Sekitar Rp 25 juta-Rp 30 juta untuk bangun rumahnya. Harga totalnya belum tahu, karena ini belum termasuk tanah," jelas Direktur Utama BTN Maryono.

Selain BTN, beberapa bank diakui Maurin telah menunjukkan keinginan untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk melaksanakan KPR mikro ini, di antaranya adalah BRI dan Bank Jabar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.