Lima Tahun Lagi, Generasi Milenial Terancam Tidak Bisa Membeli Rumah

Kompas.com - 14/12/2016, 16:07 WIB
Menghuni apartemen menjadi tren dan gaya hidup bagi kaum muda. Alasannya bermuara pada produktifitas. ShutterstockMenghuni apartemen menjadi tren dan gaya hidup bagi kaum muda. Alasannya bermuara pada produktifitas.
|
EditorHilda B Alexander

"Pasalnya, saat harga rumah mencapai Rp 750 juta, cicilan yang harus dibayarkan adalah rp 5,6 juta per bulan. padahal kemampuan mencicil mereka hanya 30 persen dari pendapatan yakni Rp 3,6 juta per bulan," papar Untung.

Jadi, berdasarkan fakta tersebut, tahun 2021 mendatang generasi milenial dikhawatirkan tidak bisa membeli rumah.

"Ini alarm serius buat pemerintah," kata Untung.

Hanya 17 persen

CEO Karir.com Dino Martin menambahkan, ada banyak fakta menarik yang terungkap dalam riset tersebut.

Di antaranya adalah jumlah populasi profesional milenial yang mampu beli rumah di Jakarta hanya sebanyak 1.446 orang dari total 8.510 orang responden dengan penghasilan rerata tersebut di awal artikel ini.

"Batas atas salary adalah profesional yang bekerja di sektor pertambangan minyak, dan gas yakni Rp 12.099.000 per bulan, dan batas bawah di sektor pendidikan dengan angka Rp 3.840.000 per bulan," tutur Dino.

Ini artinya, lanjut Dino, hanya 17 persen saja dari generasi milenial Jakarta yang mampu membeli dan memiliki rumah. Itu pun dengan harga termurah Rp 300 juta.

Hasil riset tersebut sekaligus merepresentasikan bahwa pengelolaan keuangan sudah seharusnya menjadi prioritas, dan diperhatikan lebih serius. 

"Kapan harus menabung, kapan harus memenuhi kebutuhan gaya hidup, dan lain-lain," imbuh Dino.

 

 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X