Bakrieland Masih Menggeliat

Kompas.com - 02/12/2016, 12:00 WIB
Bakrie Swasakti Utama, pengembang superblok Rasuna Epicentrum, masih menunggak kewajiban fasum fasos kepada Pemda DKI Jakarta. www.skyscrapercity.comBakrie Swasakti Utama, pengembang superblok Rasuna Epicentrum, masih menunggak kewajiban fasum fasos kepada Pemda DKI Jakarta.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa tak kenal pengembang satu ini? Manuver-manuver bisnisnya kadang membuat kompetitor geleng-geleng kepala. Mereka adalah PT Bakrieland Development Tbk.

Sebelum berpindah tangan ke bebarapa pengembang, aset lahan mereka di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, merupakan terbesar yang pernah dimiliki oleh perusahaan properti yakni seluas 53 hektar. 

Mereka juga pernah menguasai ribuan hektar lahan di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebelum kemudian dilego ke pengembang lainnya.

Ketika jual beli aset-aset premium tersebut terjadi kurun 2012-2015 lalu, publik menganggap Bakrieland telah habis. Terlebih kinerjanya dalam beberapa tahun terakhir terus merosot, dan dirundung masalah gugatan konsumen.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2016 saja, pendapatan Bakrieland mengalami penurunan 28 persen dari Rp 1,08 triliun pada 2015 menjadi sebesar Rp 782 miliar.

Namun begitu, pengembang ini masih liat. Daya tahannya masih ada. Mereka bahkan masih mampu mengerjakan proyek lama yang tertunda serta merilis proyek-proyek anyar.

Sepanjang 2016, pengembang dengan kode emiten ELTY itu membangun menara-menara apartemen di beberapa lokasi dan juga perumahan di Sidoarjo, Jawa Timur.

"Kondominium Masterpiece dan Empyreal di Rasuna Epicentrum Jakarta saat ini sudah relatif selesai dalam arti kata sudah serah terima pada Agustus 2016 lalu," kata Director & Chief of Business Development Officer Bakrieland Agus Jayadi Alwie, saat paparan publik, di Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Masterpiece dan Empyreal dibangun oleh anak usaha Bakrieland, yakni PT Bakrie Swasakti Utama (BSU).

Untuk membangun kondominium The Masterpiece yang terdiri dari 200 unit, dan The Empyreal sebanyak 262 unit, PT Bakrie Swasakti Utama menginvestasikan dana sekitar Rp 600 miliar termasuk untuk biaya lahannya.

Kemudian, lanjut Agus, proyek lainnya yang diluncurkan adalah satu menara di Sentra Timur Residence Pulogebang hasil kerja sama Bakrieland dengan Perum Perumnas pada April 2016 silam.

Rencananya, Bakrieland akan mengembangkan total lima menara apartemen pada proyek tersebut dan akan masuk dalam tahap II pada 2017 nanti.

Di Jawa Timur, Bakrieland melakukan tutup atap untuk menara Fortuna pada Mei 2016 dan pemancangan menara Beatus pada November 2016 pada proyek Apartemen Tamansari Prospero yang bekerja sama dengan WIKA Gedung.

Mereka juga melanjutkan Ocea Kondotel di Epiwalk Jakarta, hotel Hadiningrat Terrace di Yogyakarta dan melanjutkan proyek Jungle Sky Apartment di Bogor yang akan tutup atap Desember 2016.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X