Nilai Tertinggi Tebusan Amnesti Pajak di Sektor Properti Rp 302,95 Miliar

Kompas.com - 30/11/2016, 16:30 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah upaya dilakukan pemerintah untuk mendapatkan pemasukan dari pajak.

Salah satunya adalah melalui pengampunan atau amnesti pajak sehingga para pengusaha mau melaporkan kekayaannya.

Sejak diberlakukan sampai akhir November 2016, jumlah dana tebusan di sektor properti tercatat Rp 3,06 triliun.

"Uang tebusan untuk wajib pajak properti paling rendah Rp 2.000 dan paling tinggi Rp 302,95 miliar," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Robert Pakpahan saat Musyawarah Nasional (Munas) Realestat Inonesia (REI) ke-15, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Wajib pajak di sektor properti ada 26.247 peserta. Sebanyak 5.300 wajib pajak mengikuti amnesti pajak dengan rata-rata tebusan Rp 578 juta.

Sementara di sektor jasa konstruksi, peserta wajib pajak mencapai 385.917 orang. Dari total tersebut, sebanyak 14.958 wajib pajak telah mengikuti amnesti pajak.

Total nilai tebusannya tercatat Rp 969 miliar dengan rata-rata tebusan Rp 64 juta.

"Uang tebusannya mulai yang paling kecil Rp 2.000 dan paling besar Rp 23,76 miliar," kata Robert.

Secara keseluruhan, jumlah peserta amnesti pajak sampai 28 November 2016 sebanyak 436.834 untuk pajak pribadi.

Dari wajib pajak yang tercatat tersebut, dana repatriasinya mencapai Rp 143 triliun dengan nilai kekayaan yang dideklarasikan di luar negeri sebesar Rp 985,3 triliun.

Untuk di dalam negeri, total yang dideklarasikan sebesar Rp 2.823,4 triliun. Dengan demikian, total dana repatriasi dan deklarasi mencapai Rp 3.951 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X