Hotel Baru Trump Bisa Picu Pemakzulan sebagai Presiden AS

Kompas.com - 23/11/2016, 22:00 WIB
Drew Angerer/Getty Images/AFP Wakil Presiden terpilih AS Mike Pence, Presiden terpilih AS Donald Trump dan Mitt Romney, usai pertemuan di Trump International Golf Club, Bedminster Township, New Jersey, Sabtu (19/11/2016).
|
EditorHilda B Alexander

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump memang belum menginjakkan kakinya di Ruang Oval Gedung Putih, tetapi pembukaan hotel mewah terbarunya di Washington DC telah menyebabkan peringatan untuk pemakzulannya.

Hotel International Trump dengan kelas bintang lima tersebut berada hanya beberapa blok dari Gedung Putih dan telah menjadi bukti nyata bahwa Trump tidak bisa memisahkan kepentingan bisnis dari politik.

Menurut profesor hukum Amerika, tagline hotel senilai 287 juta dollar AS atau setara Rp 3,8 triliun berupa "Washington will never be the same" dapat membuktikan bahwa prediksi departemen pemasaran Trump tak pernah diantisipasi.

Profesor Hukum dari University of Minnesota yang juga pernah menjabat sebagai kepala penasihat etik mantan presiden George W Bush, Richard Painter mengatakan dikumpulkannya 100 diplomat negara lain di Hotel International Trump bisa memicu pemakzulannya pada hari pertama dia resmi menjabat presiden AS.

Hotel International Trump di Washington DC senilai Rp 3,8 triliun dianggap bisa menjadi pemicu pemakzulan Donald Trump sebagai presiden AS.

The Washington Post kemudian mewawancara sekitar selusin pejabat asing yang semuanya sepakat mengatakan adalah hal bodoh untuk tinggal di tempat lain di ibu kota AS selain di Hotel International Trump.

"Percaya pada saya, semua delegasi akan pergi ke sana (Hotel International Trump)," ucap diplomat Timur Tengah yang menghadiri perkumpulan.

Namun, beberapa juga menyatakan bahwa dengan tinggal di hotel milik Trump bisa menjadi cara mudah untuk mencairkan suasana dan memulai obrolan dengan Trump.

"Kenapa saya harus tidak tinggal di hotelnya yang hanya berjarak beberapa blok dengan Gedung Putih? Dengan tinggal di sana saya bisa menyatakan kepada presiden baru bahwa saya sangat menyukai hotelnya. Bukankah tidak sopan jika datang ke kotanya dan kemudian berkata saya tinggal di hotel kompetitormu?" jelas salah satu diplomat Asia.

Kembali ke persoalan pemakzulan, menurut Painter, sentimen dan tagihan hotel berpotensi melanggar konstitusi yang menyatakan bahwa presiden tidak bisa menerima hadiah dari pejabat-pejabat asing.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X