Kompas.com - 18/11/2016, 19:00 WIB
Kondisi Jalan Tol Trans Sumatera ruas Palembang-Indralaya (Palindra) pada Rabu (2/3/2016). Dokumentasi Pusat Komunikasi Publik Kementerian PUPRKondisi Jalan Tol Trans Sumatera ruas Palembang-Indralaya (Palindra) pada Rabu (2/3/2016).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Hutama Karya (Persero) untuk membangun Tol Trans Sumatera. Sebagian proyek tersebut merupakan prioritas yang ditargetkan selesai paling lambat 2019.

Salah satu ruas Tol Trans Sumatera adalah Palembang-Tanjung Api Api sebagai pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api Api di Sumatera Selatan.

"Palembang-Tanjung Api Api saat ini sedang dilakukan feasibility study (studi kelayakan) oleh Hutama Karya, kita lihat percepatan sejalan dengan pengembangan KEK," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (18/11/2016).

Studi kelayakan perlu dilakukan mengingat di daerah ini sudah ada jalan yang tengah dibangun.

Nantinya, pemerintah akan melakukan upaya sinergi supaya pembangunan tol ini tidak saling bertubrukan prosesnya.

"Tapi, bahwa tol ini merupakan prioritas, tetap harus diselesaikan," kata Herry.

Ruas Palembang-Tanjung Api Api merupakan jalan tol sepanjang 90 kilometer yang ditugaskan pemerintah kepada PT Hutama Karya (Persero) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 17 Tahun 2015.

Dalam Perpres tersebut, selain Palembang-Tanjung Api Api, ruas lain yang ditugaskan kepada Hutama Karya adalah Terbanggi Besar-Pematang Panggang (100 kilometer), Pematang Panggang-Kayu Agung (85 kilometer), dan Kisaran Tebing Tinggi (60 kilometer).

Tidak hanya itu, sampai 2019, Hutama Karya juga ditugaskan membangun Tol Trans Sumatera melalui Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2014.

Ruas yang masuk dalam penugasan tersebut adalah Medan-Binjai (17 kilometer), Palembang Indralaya (22 kilometer), Bakauheni-Terbanggi Besar (140 kilometer), dan Pekanbaru-Dumai (131 kilometer).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.