Proyek Baru Stagnan, Tingkat Hunian Apartemen Sewa Naik 73 Persen

Kompas.com - 04/11/2016, 14:00 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk dua kuartal terakhir berturut-turut, Jakarta belum terlihat adanya penambahan proyek apartemen sewa.

Dengan demikian, sampai akhir September 2016, sebagian pasokan kumulatif apartemen untuk sewa berjumlah 8.780 unit, yang terdiri dari 59 persen apartemen servis dan 41 persen apartemen non servis.

"Selama beberapa tahun, CBD dan Jakarta Selatan yang tak tergantikan sebagai rumah untuk ekspatriat karena kedekatannya dengan distrik bisnis dan sekolah internasional," tulis Colliers International Indonesia dalam Market Report Update.

Pasar apartemen sewa mengharapkan untuk menerima total lebih dari 890 unit dari enam proyek sampai 2019. Merek global, seperti Oakwood, The Ascott Limited dan Frasers Hospitality, akan mengoperasikan sebagian besar proyek-proyek tersebut.

Proyek Fraser Residence Serenia Hills dan Fraser Suites Kebon Melati, yang dikembangkan oleh Intiland, masih dalam tahap perencanaan.

Fraser Suites at Ciputra World 2 dan Oakwood Premiere Jakarta at District 8 Senopati dijadwalkan beroperasi 2017. Sementara untuk Ascott Menteng Jakarta, Fraser Residence Serenia Hills, dan Fraser Suites Kebon Melati direncanakan beroperasi pada 2019.

Di 2020, Serviced Apartment at Lavish Kemang Residence di Jakarta Selatan dijadwalkan untuk beroperasi.

Okupansi

Tingkat hunian rata-rata apartemen untuk apartemen sewa di Jakarta selama kuartal III 2016 naik sedikit dari 71,5 persen menjadi 73 persen.

"Kenaikan ini terutama dihasilkan dari kontrak baru sewa jangka pendek pada apartemen servis. Permintaan dari penyewa jangka pendek umumnya yang memiliki tujuan bisnis atau liburan, dengan jangka waktu sewa harian sampai tiga bulan," tulis laporan tersebut.

Transaksi tersebut membantu meningkatkan hunian apartemen dari 62,8 persen menjadi 68 persen pada kuartal tersebut.

Klien perusahaan dapat berasal dari sektor telekomunikasi, staf kedutaan, organisasi non-pemerintah (LSM) dan ekspatriat yang bekerja pada proyek-dasar seperti pekerjaan infrastruktur.

Klien ini menghasilkan permintaan untuk apartemen dan
mendorong peningkatan hunian selama periode kuartal III/2016.

Lebih lanjut, beberapa apartemen, terutama yang berada di CBD, mendapatkan semakin banyak pertanyaan dari ekspatriat China.

Berbeda dengan apartemen, hunian apartemen non-servis turun sedikit sebesar 0,5 persen menjadi 75,7 persen pada kuartal III/2016.

Beberapa kontrak sewa ada yang berakhir, beberapa apartemen sewa dihuni oleh ekspatriat tanpa keluarga yang tidak memerlukan unit besar seperti seperti 3 kamar tidur.

Padahal, apartemen non servis lebih banyak menawarkan unit-unit berukuran besar. Hal ini mengakibatkan beberapa penyewa beralih untuk menyewa apartemen strata title.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X