LRT Palembang Beroperasi Juni 2018 - Kompas.com

LRT Palembang Beroperasi Juni 2018

Kompas.com - 22/10/2016, 16:23 WIB
KOMPAS.com / Estu Suryowati Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin meninjau maket kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Palembang, di zona 1 proyek, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (18/8/2016)

TANJUNG PANDAN, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin mengatakan infrastruktur transportasi kereta cepat ringan atau Light Rail Transit (LRT) Palembang-Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II akan beroperasi pada Juni 2018 mendatang.

"Insya Allah, Januari selesai pembangunan, Juni mulai 2018 mulai operasi," ujar Alex kepada Kompas.com, usai mengunjungi Festival Belitung 2016 di Tanjung Kelayan, kepada Kompas.com, Sabtu (22/10/2016).

LRT Palembang-Bandara Sultan Badaruddin II sepanjang 23 kilometer melewati 13 stasiun berawal dari depo.

Ketigabelas stasiun itu yakni, St.Opi, St.Stadion Jakabaring, St.Gubenur Bestari-Polresta, St.Terpadu Jembatan Ampera, St.Pasar Cinde, St.Dishub Kominfo Prov.Sumsel, St.Palembang Icon, serta St.Demang Lebar Daun.

Selanjutnya adalah St.Polda, St.RSUD, St.Telkom, St.Asrama Haji, dan berakhir di St.Bandara Sultan Mahmud II.

Selain membangun LRT, Sumsel juga tengah membangun jalan layang Simpang Keramasan dan jalan layang Simpang Bandara-Tanjung Api Api yang ditargetkan selesai pada akhir 2017 mendatang.

Dua jalan layang itu dibangun guna mendukung Asian Games 2018 dan sebagai upaya memecah kepadatan jalan serta mengurangi kemacetan Kota Palembang.

Infrastruktur ini diperlukan karena kedua kawasan itu merupakan titik persimpangan kritis yang bisa menyebabkan kemacetan tinggi.

Setidaknya ada empat titik persimpangan kritis di dalam kota, termasuk dua lokasi jalan yang akan kami bangun flyover.

PT Modern Widya Technical dipilih untuk membangun jalan layang Simpang Bandara-Tanjung Api Api, sedangkan pembangunan jalan layang Simpang Keramasan diberikan kepada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Adapun nilai kontrak untuk jalan layang Simpang Bandara-Tanjung Api Api sepanjang 460,74 meter sebesar Rp 159,51 miliar.

Sedangkan kontrak jalan layang Simpang Keramasan dengan panjang 650 meter senilai Rp 220,84 miliar.

Untuk pengerjaannya, jalan layang Simpang Bandara-Tanjung Api Api bakal dibangun selama tiga tahun jamak, yakni 300 meter pada 2016, 150 meter pada 2017, dan 10,7 meter pada 2018.

Sementara itu jalan layang Simpang Keramasan juga akan dibangun dalam jangka waktu sama, dengan rincian sepanjang 300 meter pada 2016, 336 meter pada 2017, dan 14 meter pada 2018.


EditorHilda B Alexander

Close Ads X