REI Butuh Figur yang Tak Perlu Janji Muluk-muluk...

Kompas.com - 10/10/2016, 12:29 WIB
Calon Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) periode 2016-2019, Soelaeman Soemawinata, pada debat kandidat dalam rangka sosialisasi pemilihan Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) masa bakti 2016-2019 di Yogyakarta, Jumat (7/10/2016). LTFCalon Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) periode 2016-2019, Soelaeman Soemawinata, pada debat kandidat dalam rangka sosialisasi pemilihan Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) masa bakti 2016-2019 di Yogyakarta, Jumat (7/10/2016).
Penulis Latief
|
EditorLatief

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kandidat Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) 2016-2019 perlu mengawal aspirasi para pengembang daerah. Dengan berbagai persoalan yang ada saat ini, para pengembang daerah masih butuh uluran tangan dari calon pemimpin REI.

Demikian hal itu mengemuka pada debat kandidat dalam rangka sosialisasi pemilihan Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) masa bakti 2016-2019 di Yogyakarta, Jumat (7/10/2016). Berbagai persoalan, mulai perizinan, rumah bersubsidi, hingga ekspansi pengembang besar ke daerah-daerah tak henti dilontarkan.

Sabar, perwakilan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) REI Kalimantan Barat, misalnya. menyoroti komitmen calon Ketua REI untuk mengawal program rumah bersubsidi skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Menurut dia, pengembang di daerah banyak yang fokus membangun rumah subsidi untuk masyarabat berpenghasilan rendah (MBR).

"Bagaimana kandidat berkesinambungan mengawal FLPP terkait program Sejuta Rumah. Belum lagi persoalan perizinan yang belum terasa efeknya seperti yang digulirkan pemerintah pusat," ujar Sabar.

Sementara itu, jika perwakilan DPD REI Kalimantan Tengah, Frans, mengaku realita di lapangan memperlihatkan masih banyak pekerjaan rumah bagi Ketua REI, antara lain listrik dan tata ruang, perwakilan REI Banten, Roni, memusatkan masalah makin banyaknya pengembang besar masuk ke daerah.

"Apa yang harus dilakukan REI dengan semakin banyaknya pengembang besar ke daerah?" ujar Roni.

Calon Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) periode 2016-2019, Soelaeman Soemawinata, menjawab tantangan tersebut. Dia mengakui bahwa salah satu tugas utama Ketua REI ke depan adalah menjembatani kebutuhan pengembang daerah. Ada tujuh masalah krusial, menurut Soelaeman, yang sudah ia petakan lewat kunjungannya ke beberapa daerah.

"Pertama izin, kedua pembiayaan, kemudian tanah, pajak, tata ruang, perundangan dan infrastruktur. Kalau dilihat ini semua, saya akan curahkan pengalaman saya untuk daerah. Ingat, yang dimaksud daerah itu Aceh sampai Papua, artinya DKI Jakarta juga masuk kategori daerah. Semua punya persoalan berbeda, dari urusan urban sampe rural. Tidak ada itu cerita pusat saja," ujar Ketua DPD REI Banten yang akrab disapa Eman.

Ia tak menampik, bahwa pengembang besar terus berekspansi ke daerah. Menurut Eman, ada dua sisi positif dan negatif dengan masuknya pengembang besar ke daerah. 

"Mereka masuk ke daerah itu kan ada konteks pengembangan bisnis. Sisi negatifnya, mereka akan menghabiskan market di daerah, sedangkan positifnya bisa menjadi pembelajaran pengembangan pasar," kata Eman.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X