Basmi Mafia Tanah, Pemerintah Bakal Bentuk Tim Khusus

Kompas.com - 09/10/2016, 13:00 WIB
Sengketa Tanah, Warga Rawamangun Protes di depan Mapolres Jakarta Timur (13/9/2014). Sengketa Tanah, Warga Rawamangun Protes di depan Mapolres Jakarta Timur (13/9/2014).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah berupaya untuk melakukan reformasi di Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan komunikasi di antara Menteri ATR/BPN dan para staf serta membasmi para mafia tanah.

Langkah tersebut dinilai efektif untuk menciptakan kepastian hukum tanah.

"Sudah punya sertifikat, tapi masih digugat orang lain. Belum lagi kalau ada mafia tanah," ujar Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil saat pembukaan pameran Real Estat Ekspo 2016 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (8/10/2016).

Menurut Sofyan, mafia seringkali menjadikan tanah sebagai komoditi. Karena itu, Sofyan berupaya untuk memerangi, bahkan memenjarakan mafia.

Caranya, Kementerian ATR/BPN akan membuat tim khusus yang mencari dan menyelidiki praktik-praktik mafia tanah.

Pembentukan tim ini bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, antara lain Kejaksaan, BPN, Kepolisian RI, dan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

"Kalau mafia tidak bisa ditertibkan, ya dipidanakan. Karena ekonomi ini sangat terganggu akibat ketidakpastian yang dipicu kehadiran para mafia tanah," tutur Sofyan.

Ia menambahkan, pemerintah harus berbenah dan memudahkan investasi dengan memberikan kepastian hukum tanah yang lebih baik.

Seharusnya sertifikat menjadi dokumen tanah satu-satunya. Namun untuk mencapai ke sana, pemerintah masih perlu waktu panjang.

"Pasalnya, hukum pertanahan di Indonesia sangat rumit," sebut Sofyan.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X