Sudah 2 Tahun, Kinerja Kementerian PUPR Masih Jauh dari Harapan

Kompas.com - 07/10/2016, 20:00 WIB
Rumah murah Citayam, Depok. Erwin ShuezRumah murah Citayam, Depok.
|
EditorHilda B Alexander

Ia melanjutkan, meski ada subsidi selisih bunga (SSB) yang disedikan pemerintah, namun nampaknya hanya menjadi pencitraan saja.

Pasalnya, saat ini ketika FLPP habis, bank-bank tidak mau menerapkan skema SSB tersebut, kecuali Bank BTN. Meski demikian, penerapan SSB oleh BTN juga masih lambat.

Berdasarkan kendala-kendala tersebut, imbuh Eddy, Kementerian PUPR harus melakukan sejumlah terobosan.

Salah satunya, dengan mempercepat pelaksanaan kebijakan yang sebelumnya sudah diterbitkan.

Kementerian PUPR harus berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) khususnya di daerah untuk menyelesaikan masalah sertifikasi.

Kemudian, Kementerian PUPR juga harus berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengadakan listrik ke dalam rumah-rumah yang sudah dibangun.

"Itu perlu koordinasi, apalagi Kementerian PUPR sebagai koordinator. Karena program nasional pembangunan Sejuta Rumah itu jadi tanggung jawabnya kementerian ini," tandas Eddy.

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X