Realisasi Anggaran Kementerian PUPR Tembus 52,83 Persen

Kompas.com - 07/10/2016, 17:30 WIB
Bangunan dam di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, resmi diairi untuk tahap I, Senin (31/8/2015). KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOBangunan dam di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, resmi diairi untuk tahap I, Senin (31/8/2015).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga 6 Oktober 2016, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyerap anggaran tahun 2016 lebih dari 50 persen atau mengalami peningkatan dari periode sama tahun 2015.

"Progres capaian tahun anggaran 2016 saat ini untuk keuangannya sudah 52,83 persen dengan pembangunan fisiknya mencapai 59,56 persen," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, saat jumpa pers di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Pencapaian ini diakui Basuki cukup melesat dibandingkan Oktober 2015.

Kala itu, realisasi anggaran yang berhasil diserap hanya 42,9 persen dengan diiringi pembangunan fisik sebesar 49,29 persen atau untuk tahun ini meningkat 12,79 persen untuk keuangan dan 7,25 persen untuk fisiknya.

Menurut Basuki, naiknya realisasi anggaran tahun ini terjadi karena proses lelang dini proyek pembangunan infrastruktur yang dilakukan lebih cepat pada awal 2016.

"Ini imbas dari lelang dini, sejak Januari saja sudah 2,2 persen terealisasi, biasanya Mei atau Juni baru mulai tapi untuk tahun ini bulan itu sudah 19 persen progresnya," tambah Basuki

Oleh sebab itu, Basuki berencana akan terus melakukan lelang-lelang dini pada 2017 nanti agar penyerapan anggaran bisa lebih maksimal lagi.

Kendati demikian, jika mengacu pada target Kementerian PUPR, semestinya pada periode Oktober ini progres realisasi anggaran menyentuh angka 80,09 persen.

Hal ini diakui Basuki tak terjadi lantaran masih terkendala beberapa hal, salah satunya pembebasan lahan.

"Karena pembebasan lahan masih ada beberapa yang harus dibayarkan. Seperti di Bakauheni itu sekarang sudah siap dibayarkan, sedang disiapkan revisi daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) untuk dibayarkan," pungkasnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X