Pasar Properti Singapura Tak Terpengaruh Amnesti Pajak Indonesia

Kompas.com - 07/10/2016, 09:06 WIB
Tingkat penjualan properti Singapura hanya tumbuh 0,4 persen. www.wikimedia.orgTingkat penjualan properti Singapura hanya tumbuh 0,4 persen.
|
EditorHilda B Alexander

SINGAPURA, KOMPAS.com - Implementasi tax amnesty atau pengampunan pajak yang dilakukan pemerintah Indonesia disebut Credit Suisse tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap pasar properti, khususnya residensial Singapura.

Dalam laporannya, Credit Suisse mencatat orang Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai pasar asing terbesar yang menjadi pembeli properti residensial primer di Singapura.

Oleh sebab itu, ketika amnesti pajak resmi diberlakukan, muncul kekhawatiran tentang banyaknya orang Indonesia yang segera mencairkan kepemilikan properti mereka di Singapura dan merepatriasi aset-asetnya kembali ke negaranya sehingga menyebabkan penurunan harga residensial primer di sana.

Namun, tulis Credit Suisse, dana aset repatriasi yang ditemukan justru hanya 13 miliar dollar Singapura atau sekitar Rp 123 triliun.

Angka ini lebih rendah secara signifikan dari deklarasi total aset mencapai 251 miliar dollar Singapura atau senilai lebih dari Rp 2.000 triliun.

Di sisi lain, amnesti pajak ini juga tidak menimbulkan kenaikan terhadap pembelian properti residensial primer Singapura oleh orang Indonesia.

Mengutip data dari Urban Redevelopment Authority (URA) per 20 September 2016, 610 dari 1.844 pembeli properti regional primer pusat kota (CCR) Singapura adalah orang asing dengan penduduk Indonesia tercatat memiliki 136 unit.

Bahkan volum year-to-date sampai saat ini terus menurun mengingat beberapa tindakan seperti Additional Buyer Stamp Duty (ABSD) atau pajak pembelian yang dibebankan pada orang asing.

Akibatnya, orang asing mewakili 33 persen penjualan properti di CCR secara year to date, sejalan dengan rata-rata historis.

Sementara itu pembeli Indonesia merepresentasikan 7,4 persen dari total penjualan, di bawah rata-rata historis yang mencapai 10 persen.

Dengan demikian, peningkatan pembeli asing pada proyek residensial baru kemungkinan besar didorong oleh kombinasi atribut proyek dan diskon atau insentif.

Sebagai contoh di Cairnhill Nine, sebesar 50 persen dari 215 unit yang terjual dibeli oleh warga Singapura, sedangkan sisanya didistribusikan ke warga negara India, China, dan Indonesia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X