Kompas.com - 23/09/2016, 10:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander

GARUT, KOMPAS.com - Bencana banjir bandang yang menewaskan puluhan jiwa terjadi secara mendadak pada Selasa (20/9/2016) malam hingga Rabu (21/9/2016) dini hari.

Banjir ini disebabkan karena curah hujan tinggi yang turun secara terus-menerus pada Selasa malam.

Namun, ternyata bencana ini sudah diprediksi oleh Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Ini sebenarnya sudah diperingatkan BMKG akan ada hujan yang ekstrim. BMKG sampaikan ini saat rapat koordinasi kesiapan atau antisipasi longsor," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Garut, Kamis (22/9/2016).

Ia mengatakan, BMKG sudah memberi laporan curah hujan tinggi terjadi di beberapa daerah termasuk selatan Jawa, seperti di Garut. 

Curah hujan yang meningkat ini bahkan diprediksi terjadi sampai Januari-Februari 2017 mendatang.

Basuki menambahkan, bencana banjir terjadi saat warga mulai terlelap. Akibatnya, puluhan korban jiwa dan korban lainnya belum ditemukan.

Banjir bukan disebabkan karena tanggul Sungai Cimanuk tidak kuat menampung. Namun, memang debit airnya yang sangat tinggi.

"Tanggul masih bagus. Kalau ngga ada tanggul kesapu betul itu," sebut Basuki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.