Banda Aceh Diharapkan Bisa seperti Stockholm

Kompas.com - 09/09/2016, 12:30 WIB
Turis dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas Pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Tsunami, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). Sebanyak 120 turis dari kapal tersebut melakukan city tour mengunjungi sejumlah situs sejarah dan tsunami di Kota Banda Aceh selama enam jam. Tahun 2013 hingga Februari 2014 tercatat 16 kapal pesiar singgah di perairan Aceh dengan kapasitas 120 hingga 500 penumpang. SERAMBI/M ANSHARTuris dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas Pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Tsunami, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). Sebanyak 120 turis dari kapal tersebut melakukan city tour mengunjungi sejumlah situs sejarah dan tsunami di Kota Banda Aceh selama enam jam. Tahun 2013 hingga Februari 2014 tercatat 16 kapal pesiar singgah di perairan Aceh dengan kapasitas 120 hingga 500 penumpang.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com — Berbagai inovasi telah dihasilkan oleh Banda Aceh sehingga kota ini memerima berbagai penghargaan.

Dalam kurun waktu 2009-2015, kota di utara Pulau Sumatera ini diakui mampu membenahi layanan umum berkat aplikasi e-Kinerja.

Menurut Executive Director Transformasi, Juni Thamrin, teknologi memang sangat membantu pemimpin dalam menjalankan pemerintahan.

Hal tersebut sudah dibuktikan kota-kota maju karena memanfaatkan teknologi, seperti di Stockholm, Swedia.

"Di Stockholm, yang menarik, dinas kebersihan hanya dijalankan oleh 4 orang. Namun, bekerjanya efektif dan kota tetap bersih," ujar Juni saat paparan e-Kinerja di Jakarta, Kamis (8/9/2016).

Ia menuturkan, Banda Aceh sempat mengalami musibah tsunami pada 2006 dan menjadi kota yang porak-poranda.

Setelah musibah tersebut, kota ini pun berkejaran dengan waktu untuk membenahi sistem pemerintahan.

Juni menuturkan, jika tidak tegar, tentu Pemerintah Kota Banda Aceh akan terseok-seok mengurangi ketertinggalan dengan kota-kota lain yang sudah membangun.

Namun, ternyata Banda Aceh terbukti mampu melewati tantangan tersebut, bahkan dapat melampaui kota-kota lainnya di Indonesia.

Hal ini bisa dilakukan karena wali kota sudah menyadari perlunya inovasi, salah satunya melalui aplikasi e-Kinerja.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X