Permudah Syarat Pengajuan KPR, "BI Checking" Perlu Dikoreksi

Kompas.com - 07/09/2016, 23:59 WIB
Pengunjung Indonesia Property Expo mencoba simulasi layanan KPR Online dari BTN di Indonesia Property Expo, Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (13/2/2016) Pengunjung Indonesia Property Expo mencoba simulasi layanan KPR Online dari BTN di Indonesia Property Expo, Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (13/2/2016)
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Syarat administrasi pengajuan kredit perumahan (KPR) yang sulit dianggap jadi masalah utama dalam pemilikan rumah bagi pekerja dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Oleh karena itu, pemerintah meminta perbankan untuk mempermudah syarat administrasi yang harus dipenuhi oleh pekerja MBR. Salah satu yang perlu ditinjau ulang adalah "BI checking".

"Sebanyak apa pun demand kalau tidak ada pasokan itu sulit. Sementara ini terkait dengan pengembang, pengembang juga tentu terkait dengan bank. Tiga komponen ini harus saling terkait oleh karena itu kami berharap 'BI Checking' pun bisa dikoreksi lagi," kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin, di Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Perbankan, menurut Syarif jangan hanya melihat jangka pendek, artinya perbankan harus bisa mempermudah persyaratan meski pekerja yang mengajukan KPR memiliki kredit konsumsi dengan jangka waktu satu sampai dua tahun.

"Tapi lihat jangka panjangnya, kalau yang dilihat hanya konsumsinya saja, yang jaraknya hanya 1 tahun sampai 2 tahun maka tidak akan pernah ada orang membeli rumah," katanya.

Karena itu, Syarif mengaku telah berbicara dengan pihak perbankan dalam hal ini PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) untuk memberikan skema-skema lebih mudah dalam proses pengajuan KPR.

"Sudah, sudah saya sampaikan, sudah beberapa kali, kami diskusikan dan mereka sudah mulai mencari skema. Perbankan itu kan juga harus punya syarat-syarat tertentu yang tidak bisa kita samakan dengan organisasi lain non-perbankan," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X