Seperti Ini, Perubahan Wajah Megapolitan Shanghai 2040 Nanti

Kompas.com - 05/09/2016, 19:30 WIB
JW Marriott Shanghai, Pudong, China. Dokumentasi Marriott IncJW Marriott Shanghai, Pudong, China.
|
EditorHilda B Alexander

SHANGHAI, KOMPAS.com - Keberadaan gedung-gedung pencakar langit futuristik dan sejarah yang memikat membuat Shanghai dapat dikategorikan sebagai kota terbaik di dunia dan kini bersiap menjadi kota cerdas.

Rencana induk yang dirilis oleh Pemerintah Kota Shanghai menunjukkan beberapa perubahan pada kota metropolis tersebut pada 2040 mendatang.

"Shanghai akan menjadi sebuah kota global mengagumkan, sebuah pusat ekonomi internasional, keuangan, perdagangan, pusat inovasi ilmiah, seperti halnya pusat budaya metropolis," kata Direktur Perencanaan Tata Kota Pemerintah Kota Shanghai Zhuang Shaoqin.

Untuk itu, Shanghai akan menetapkan batas pertumbuhan populasi sebanyak 25 juta pada 2040, target sama yang ditetapkan untuk tahun 2020. Sebagai informasi, penduduk Shanghai pada 2014 mencapai 24,3 juta jiwa.

Pembentukan garis merah populasi akan meningkatkan pengembangan kota cerdas. Selain itu bisa dicari tahu bagaimana mengoptimalkan tuntutan struktural baru dan menciptakan kehidupan yang lebih baik.

"Ini untuk orang-orang di kota dan akan menjadi arah baru bagi perencanaan properti dan proyek-proyek di masa depan," jelas Kepala Konsultan CBRE Eastern China Irene Wang.

Pemerintah kota Shanghai juga akan membatasi area yang dialokasikan untuk konstruksi menjadi 3.200 kilometer persegi dengan 200 kilometer persegi di antaranya dirancang untuk "reserved blank land" atau "lahan kosong pesanan."

Untuk menjadi kota yang inovatif, humanis, dan ramah lingkungan, Shanghai akan menawarkan 15 meter persegi ruang terbuka hijau (RTH) per kapita dan meningkatkan keberadaan hutan menjadi 25 persen.

Shanghai juga direncanakan bakal mengurangi massa jenis rata-rata polusi udara dari 2,5 PM menjadi 20 mikrogram per meter kubik.

Selain itu, rata-rata waktu komuter juga akan dipangkas menjadi di bawah 40 menit yang akan dibantu dengan penambahan 1.000 kilometer jalur kereta bawah tanah.

"Meskipun masih banyak ruang untuk peningkatan dibandingkan New York, London, Paris, dan Tokyo, Shanghai telah mengambil satu langkah di depan untuk mencapai tempat sebagai kota global tingkat atas," pungkas Wang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X