JAKARTA, KOMPAS.com - Penyerapan keuangan pada APBNP 2016 terbesar kedua di tubuh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dicatat oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA).
Hingga Agustus 2016, Ditjen SDA menyerap keuangan sebesar 43,73 persen atau sebanyak Rp 12,54 triliun dari total anggaran yang diberikan yakni Rp 28,68 triliun.
Sementara progres fisiknya berada di angka 51,47 persen. Posisi ini hanya kalah dari Ditjen Bina Marga yang menyerap anggaran dan fisik paling besar di Kementerian PUPR.
Baca: Rp 18,7 Triliun, Anggaran yang Diserap Ditjen Bina Marga Per Agustus
Adapun realisasi serapan anggaran dan fisik itu digunakan untuk membangun beberapa bendungan.
Tahun ini Ditjen SDA memulai pembangunan 8 bendungan baru, antara lain Bendungan Rotiklod di perbatasan NTT, serta 2 bendungan lagi akan diresmikan, yakni Bendungan Paya Seunara dan Marangkayu.
Seperti diketahui, Kementerian PUPR diberikan tugas untuk membangun 49 bendungan selama lima tahun sejak awal kepempinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pada 2015 silam, Kementerian PUPR, telah memulai pembangunan 13 bendungan baru dan meresmikan lima bendungan yakni Jatigede, Nipah, Bajul Mati, Titab, dan Rajui.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.