Dua Tahun, Target Rampungnya Jembatan Teluk Kendari

Kompas.com - 19/08/2016, 16:30 WIB
Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara. Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara.
|
EditorHilda B Alexander

KENDARI, KOMPAS.com - Pencananganan pembangunan Jembatan Teluk Kendari resmi dilakukan pada Jumat (19/8/2016) ditandai pemancangan tiang pondasi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Taufik Widjoyono.

"Jembatan ini kami targetkan selesai akhir tahun anggaran 2018. Dengan adanya jembatan ini kami harap bisa mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi di Kendari," kata Taufik dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (19/8/2016).

Menurut Taufik Jembatan Teuk Kendari merupakan bagian dari sistem jalan nasional yang ada di Kendari. Ada dua kecamatan dihubungkan menjadi satu sistem dengan jalan nasional yang melingkarinya.

Selain itu, Taufik berharap agar jembatan ini bisa menjadi ikon baru kota Kendari dan terus dijaga serta dirawat.

"Kalau ditata kawasan kaki jembatannya bisa untuk wisata dan dijadikan lahan publik," imbuhnya.

Nilai kontrak jembatan ini sejumlah Rp 729 miliar dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni melalui skema kontrak tahun ganda.

Pada tahun 2016, dana APBN dialokasikan sebesar Rp 225 miliar yang pada perjalanannya dioptimasi menjadi Rp 145 miliar.

Dana tersebut akan difokuskan pada penyelesaian fondasi seluruh jembatan. Pada tahun 2017, pekerjaan akan fokus pada pilar utama dan pada tahun 2018 akan dikerjakan lantai jembatan utama dan jembatan pendekat.

Konstruksi Jembatan Teluk Kendari merupakan jembatan cable stayed. Total panjang jembatan utama adalah 474 meter dengan bentang utama sepanjang 200 meter, lebih panjang dari Jembatan Merah Putih di Ambon dan Jembatan Soekarno di Manado.

Sebagai jembatan pendekat pada sisi Kota Lama dan Poasia akan dibangun jembatan pendekat berupa gelagar pratekan dengan total panjang berkisar 300 meter.

Selain melakukan pencanangan dan pemancangan tiang pondasi Jembatan Teluk Kendari, Taufik juga melakukan peluncuran beberapa proyek strategis di Sulawesi Tenggara, salah satunya Bendungan Ladongi.

“Tahun ini juga akan dibangun Bendungan Ladongi, merupakan bagian dari 49 bendungan baru yang dibangun dalam waktu 5 tahun,” lanjutnya.

Pemanfaatan bendungan itu antara lain untuk pencegahan banjir, sumber air baku, memberikan tambahan pasokan listrik sebesar 1,5 megawatt, dan destinasi pariwisata.

Adanya Bendungan Ladongi ini juga akan memperluas area irigasi dari saat ini seluas 2.212 hektar menjadi menjadi 3.604 hektar atau bertambah 1.392 hektar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X